Pentas Pantomim, Komunikasi Dalam Gerakan
Rabu, 20 Juli 2011 09:00:00 Pentas Pantomim, Komunikasi Dalam Gerakan

Reporter : Khoirul Muhsinin

blokBojonegoro.com - Beberapa orang yang duduk di belakang meja tampak sedang sibuk melayani pengunjung yang akan memasuki sebuah gedung yang sering disebut gedung perak.

Saat masuk ke dalam gedung, tampak suasana cukup gelap. Puluhan pengunjung tampak sedang menikmati pertunjukan seni yang disebut pantomim di panggung berlatar kain hitam. Sorot lampu nampak mengarah ke sekelompok pemain pantomim yang sedang bermain.

Beberapa kelompok seni pantomim, silih berganti menampilkan lakon yang berbeda di panggung. Sesekali terdengar suara tepukan tangan, dan gelak tawa dari penonton melihat tingkah lucu dari penampilan di panggung. "Eh, lucu ya itu," teriak penonton saat melihat beberapa adegan di pementasan.

Sekitar pukul 21.00 lewat, saat blokBojonegoro.com mencari penyelenggara pementasan, seorang pria muda lantas menghampiri di belakang panggung. Ternyata, pria tadi bernama Moch Mustakim. Sebelumnya, dia turut tampil dalam pementasan.
 
"Oh, mari, silahkan, ini baru selesai pentas," katanya.

Setelah selesai pementasan, Moc Mustakim, mulai bercerita adanya pentas seni Pantomim II, yang  diselenggarakan di gedung perak Selasa (19/7/2011) malam.

"Ini sebagai tasyakuran mas, setelah mendapat medali emas atau juara 1 dalam lomba tingkat nasional di Makassar beberapa waktu lalu atas nama Saugi," jelas pemuda kelahiran 7 Juli 1987 ini.

Menurut Takim, sapaan akrabnya, pantomim II ini menampilkan lakon dari beberapa kelompok. Antara lain, TK ABA Percontohan Bojonegoro, SMP PGRI 1 Bojonegoro, MAN Rengel, SLB di kompleks Perak.

Pria yang juga bertindak sebagai sutradara pementasan ini menuturkan, pementasan ini juga bermaksud untuk mengembangkan seni pantomim di Bojonegoro.

"Diharapkan dengan adanya pementasan ini, bisa menjadikan pantomim di Bojonegoro lebih baik lagi," terang Takim.

Menurutnya, selain pementasan di Bojonegoro, beberapa kelompok pantomim ini, juga sering kali mengikuti pentas keliling di beberapa daerah di Jatim.

Karena, tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami seni pantomim. Seni ini, menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi dalam bentuk gerak.

"Karena mereka mencoba untuk memahami gerakan yang ditampilkan. Akan banyak ekspresi dari penonton. Misalnya saat ada adegan lucu atau adegan lainnya," jelasnya.

Termasuk, menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi anak-anak Difabel (penyandang cacat). Dengan seni pantomim ini, keinginan mereka untuk menyampaikan maksud dan gagasan mereka akan tertuang dengan jelas dalam setiap gerakan. [nin/pen]

Teks Foto/Khoirul Muhsinin : Salah satu kelompok pantomim yang pentas dalam pantomim II

Komentar Pembaca
  • Selasa, 16 April 2013 18:13:48 ahmad suryanto
  • tolong ajarin aq gerakan gerakan pantomim

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Minggu, 03 Januari 2016 07:55:20 Uniknya Balap Ulat di Tuban
Balap sepeda atau balap merpati sudah menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Namun perlombaan satu ini mungkin satu-satunya yang pernah ada di dunia, yaitu balap ulat daun jati. Lomba Unik itu diadakan masyarakat Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hutan.
Redaksi
Jumat, 04 Desember 2015 13:30:00 Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB
Crew Media Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan(IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Sinergi mengunjungi kantor Redaksi blokBojonegoro Media (tabloid blokBojonegoro & blokBojonegoro.com) di Jalan MT Haryono, Ruko Permata Jetak No. 5A Bojonegoro, Jumat (4/12/2015).
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 06 Februari 2016 21:30:13 Diskusi OBOR PAC GP Ansor Gayam Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi
Ramainya faham-faham radikal yang berkembang di masyarakat, dan adanya seruan dari ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj, bahwa Indonesia dalam keadaan darurat wahabi. Hal itu mendorong sahabat-sahabat PAC GP Ansor Gayam dalam kegiatan kajian rutin OBOR (Obrolan Bareng Ansor), yang secara spesifik mengusung tema 'Mengupas Ekstrimisme Faham Wahabi dan Tantangan Bagi Kaum Nahdliyin' yang bertempat di masjid al-Muttaqin, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...