Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Berdirinya lapangan migas di Bojonegoro ternyata belum mampu menyelesaikan jumlah pengangguran. Dua operator besar, seperti ExxonMobil dan Join Operating Body Pertamina-Petrocina East Java (JOB P-PEJ) dinilai masih tebang pilih dalam merekrut tenaga kerja.
Sehingga banyak warga di sekitar lapangan migas gigit jari karena sulit mendapat kesempatan kerja di perusahaan migas. Kondisi tersebut yang tengah dipantau terus menerus oleh kalapangan dewan.
Data dari Komisi C, DPRD Bojonegoro mencatat, setidaknya ada 6.500 orang di sekitar operator migas belum mendapat pekerjaan.
Kondisi seperti ini sangat jauh dibanding rencana awal sebelum perusahaan migas menapaki kegiatan di Kota Ledre. Program CSR yang dijanjikan ternyata belum mengena sepenuhnya di masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, M Fauzan berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah dan operator. Karena, peranan pemerintah sangat penting mendesak supaya tenaga kerja dari Bojonegoro bisa memperoleh peluang bekerja lebih dibandingkan dari luar wilayah.
"Dewan sudah beberapa kali memanggil operator migas di Bojonegoro, kenyatannya belum bisa terpenuhi semua," kata Fauzan. [mad]






