Reporter : Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Diketahui, warga semakin resah dengan musibah yang terjadi setiap tahun ini. Pasalnya, mereka semakin kesulitan mencari air bersih.
Untuk mengantisipasi hal ini, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo berkoordinasi dengan Badan Nasional Bencana Daerah (BNPD) menyalurkan bantuan air bersih di daerah-daerah tersebut.
"Ada delapan petugas dari BPBD, BPBD provinsi dan PDAM yang melakukan dropping air hari ini Sabtu (17/9/2011)," kata Kasi Rekontruksi BPBD provinsi, Widodo.
Dropping air ini diprioritaskan ke daerah-daerah yang dinilai paling parah dibanding daerah lain. Salah satunya adalah Desa Megale dan Geger, Kecamatan Kedungadem.
"Sementara satu tanki dari Gubernur untuk Desa Megale dan satu tangki dari BNBD untuk Desa Geger, dan rencana akan menyebar ke daerah lain yang mengalami krisis air," katanya.
Dikatakan, seluruh Jawa Timur akan mendapat bantuan air bersih ini, seperti Trengggalek, Bangkalan, Pacitan dan daerah lain yang dirasa masih membutuhkan.
Saat ditanya kenapa bantuan baru diturunkan saat musim kemarau hampir habis? Widodo menjawab, pihak provinsi baru mendapat pernyataan dari bupati terkait kekeringan yang melanda Bojonegoro ini. Sehingga pihaknya baru bisa melakukan dropping air. [ana/lis






