Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Puncak musim penghujan di Bojonegoro diperkirakan terjadi bulan November. Menurut ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, curah hujan tertinggi akan terjadi pada November, bulan depan.
Intensitas hujan cukup sering antara 150-200 mililiter. Meski sifatnya diperkirakan normal, namun masyarakat perlu mewaspadai intensitas hujan yang tinggi dan dapat menyebabkan banjir. Kepala BPBD Bojonegoro, Kasiyanto, mengatakan pada musim hujan nanti patut diwaspadai banjir bandang, angin kencang dan banjir Bengawan Solo.
"Untuk sekarang, hujannya masih dibawah normal. Sedangkan puncaknya diperkirakan bulan depan," kata Kasiyanto.
Puncak musim penghujan nanti, masyarakat harus waspada, karena pengalaman banjir pada tahun 2007 lalu terjadi akibat hujan dalam dua hari berturut-turut. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh air kiriman dari waduk Gajah Mungkur. Waduk menggenang juga mungkin karena hujan lebat.
Untuk saat ini, masyarakat diminta waspada terhadap angin kencang, petir dan hujan lebat yang berdurasi pendek. Beberapa kejadian akibat angin kencang sudah terjadi di Bojonegoro, seperti pohon tumbang dan atap rumah ambrol. Sementara musim hujan diperkirakan terjadi sampai April mendatang. [oel/yud]
Teks foto/Joel Joko: Kepala BPBD Bojonegoro, Kasiyanto, menjelaskan prakiraan cuaca.






