Cerita Pemulung di TPA Banjarsari
Mencari Berkah, Bergaul dengan Sampah
Sabtu, 29 Oktober 2011 20:00:51 Mencari Berkah, Bergaul dengan Sampah

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Diantara tumpukan sampah busuk, terlihat sekelompok perempuan begitu menikmati pekerjaan menjadi pemulung.

Kadang mereka bercanda di tengah bau busuk menyengat untuk menghilangkan penat. Menariknya, para perempuan tangguh itu memiliki prinsip sama, yaitu tidak mau menadahkan tangan dan meminta belas kasihan.

Tulisan ini hanyalah cerita tentang keluarga pemulung biasa. Bukan cerita tentang orang kaya yang penuh dengan kehidupan glamor dan suka cita.

Sebut saja Mutmainah (54), seorang pemulung asal Dusun Alas Tuwo, Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Tidak terasa, sudah lebih dari 20 tahun, ia menjalani aktivitas menjadi pemulung.

"Mulai ditinggal bapaknya anak-anak, sampai sekarang ini. Saya mencari uang di tempat sampah," kata Mutmainah, saat ditemui blokBojonegoro.com di TPA Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Sabtu (29/10/11).

Janda dengan enam anak itu tidak malu menjadi seorang pemulung. Meski anaknya sudah bekerja dan memiliki keluarga, namun ia tidak mau mengharap banyak dari anak-anaknya. Sambil menyeka keringatnya yang jatuh, dan sesekali membetulkan topi anyaman bambu atau capil, ia mengaku sudah terbiasa menikmati pekerjaan mencari sampah.

Mutmainah dan keluarganya tinggal cukup jauh dari TPA Banjarsari. Sejak pukul 07.00 WIB, ia dan keluarganya berangkat bersama-sama dengan berjalan melewati sawah berliku-liku. Rasanya tak sanggup membayangkan bagaimana keluarga ini bertahan dari hasil mencari sampah.

Setiap hari mengorek-ngorek timbunan sampah sampai sore. Semua dikerjakan dengan senang hati, walaupun hasil yang diperoleh hanya mampu membeli beras 2 kilogram.

"Ya nggak mesti mas, terkadang cuma dapat Rp 8.000 kalau lagi sepi, yang penting bisa buat beli beras," ujar Mutmainah memelas, dengan matanya memerah seperti ingin menangis.

Ia hanya bisa mengelus dada dan sabar menghadapi hidup. Dirinya dan keluarga berharap diberikan kesehatan dan kekuatan menjalani hidup.

Selama ini sampah sudah menjadi berkah bagi mereka. Walupun kotor dan aromanya sangat menyengat dan menusuk hidup, tetapi mereka mengaku tidak sampai menimbulkan penyakit. [oel/mad]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
    Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
    Redaksi
    Senin, 22 September 2014 00:00:09 Lowongan Tenaga Layouter Lowongan Tenaga Layouter
    Manajemen blokBojonegoro Media mengajak pemuda potensial, untuk bisa bergabung melalui karya nyata. Dengan kompetensi di bidang: Layouter (Kode LO)
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 25 Oktober 2014 21:30:58 Terbangkan Lampion Peringati 1 Muharram Terbangkan Lampion Peringati 1 Muharram
    MI Nahdlatul Ulama Walisongo Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengadakan Malam Bina Insan dan Taqwa (MABIT) dalam rangka menyongsong Tahun Baru Hijriyah
    Info Tabloid bB
    Selasa, 01 Juli 2014 09:51:00 Tabloid bB Edisi Juli 2014
    Pada Juli 2014 atau bertepatan bulan dimana koperasi berdiri, awak redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin mengupas bagaimana koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Itu sesuai dengan prinsip yang ditanamkan sejak mulai digulirkan. Melalui tema besar di rubrik Investigasi “Koperasi atau Koper Isi” ingin digambarkan secara utuh bagaimana masyarakat disatu sisi terbantu dengan keber ...