3 Raperda Oke, 3 Raperda Terancam Eliminasi
Selasa, 01 November 2011 18:30:56 3 Raperda Oke, 3 Raperda Terancam Eliminasi

Reporter: Muhammad A Qohhar

blokBojonegoro.com - Pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tahun 2011 berjalan menarik. Karena, panitia khusus (Pansus) yang dibentuk merupakan tiap komisi, tidak seperti sebelumnya.

Untuk pansus I yang dilakukan Komisi A DPRD Bojonegoro, Senin (1/11/2011) membahas mengenai pemekaran wilayah, khususnya di Kecamatan Ngasem. Lokasi yang wilayahnya terdapat sumber minyak cukup besar tersebut akan dipecah dengan kecamatan baru, yakni Kecamatan Gayam.

Selain Raperda tentang Pembentukan Kecamatan Gayam juga ada Raperda tentang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi serta Pengolahan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro.

"Untuk dua Raperda tersebut, telah kita bahas. Untuk satu Raperda lagi masih dalam proses pembahasan dengan teman-teman di internal pansus, yakni Raperda tentang  Transparansi Tata Kelola Pemerintahan di Bidang Instrustri Ekstraktif Migas," jelas anggota pansus yang juga Ketua Badan Legislasi (Banleg), Sigit Kushariyanto.

Ditanya mengenai keberadaan Raperda transparansi yang merupakan inisiatif, Sigit menjelaskan, jika semuanya masih akan diperdalam lagi pembahasannya.

Namun, beberapa kabar yang berkembang, jika isi dari Raperda inisiatif tersebut banyak kesamaan dengan Raperda usulan Pemkab Bojonegoro. Terkecuali masalah transparansi maupun kelengkapan dari pembahasan CSR. Tetapi yang disorot adalah masalah ekstraktifnya. "Dilihat saja nanti, bagaimana pembahasannya," lanjut Kabag Hukum Pemkab Bojonegoro, Agus S, disela-sela proses rapat berjalan.

Sedangkan untuk Komisi B yang juga Pansus II membahas tentang Raperda Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum dan wajib pajak. Pembahasannya juga masih berlangsung dan belum ada keputusan. "Yang wajib pajak kita apresiasi, karema memang seharusnya pendapatan ada di Bojonegoro, bukan di Jakarta," tambah Ketua Komisi B, Hisbullah Huda.

Sementara itu, kabar kurang mengenakkan juga diterima pengusul Raperda inisiatif tentang Penanggulangan Bencana. Karena, Raperda yang dibahas di Pansus III yang juga Komisi C itu sempat ditunda.

"Kami masih mempertimbangkan untuk pembahasannya. Besok akan kita bahas lagi di Pansus III. Namun untuk Raperda tentang Kesejahteraan Lansia telah kita bahas," sambungnya.

Terpisah, Ketua Pansus IV yang juga Ketua Komisi D, Ali Huda menegaskan, di pansusnya juga masih akan membahas lagi dua Raperda besok. Yakni tentang pengelolaan asset dan Raperda tentang Tata Cara Perencanaan, Pembangunan dan Penganggaran Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Walaupun begitu, ditanya mengenai beberapa kabar yang berhembus terkait akan ditundanya pembahasan Raperda inisitaif yang berada di tempatnya, ia tidak membantah dan juga tidak menjawab secara pasti. "Besok semuanya akan dibahas lagi," jelasnya. [mad]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Rabu, 16 Maret 2016 06:28:41 Lezatnya Kuliner Kepiting Sawah
    Berbicara tentang kepiting, yang muncul dipikiran Anda pasti hewan laut bercangkang keras dan banyak disajikan di warung-warung seafood tepi jalan. Namun apakah Anda pernah mencoba menu kuliner kepiting sawah atau biasa disebut yuyu?
    Redaksi
    Minggu, 15 Mei 2016 10:00:13 Gerakan Bojonegoro Menulis Gerakan Bojonegoro Menulis
    Perkembangan ekonomi Kabupaten Bojonegoro cukup pesat. Hal itu tak lepas dari produksi minyak di Blok Cepu yang mencapai puncak 165.000 barel perhari (bph). Ladang Blok Cepu berada di wilayah selatan Bojonegoro. Industri migas itupun berdampak di bidang lain, mulai sosial, politik, pariwisata, dan pendidikan.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 28 Mei 2016 16:00:11 Lestarikan Budaya Islam, IPNU Kasiman Dukung Hadrah Rutinan Lestarikan Budaya Islam, IPNU Kasiman Dukung Hadrah Rutinan
    Seni hadrah sudah dikenal sebagai salah satu bentuk kesenian yang menjadi bagian dalam melakukan penyebaran ajaran agama Islam. Seni inipun diketahui sudah digunakan oleh para ulama sejak jaman dahulu dalam berdakwah. Dengan melestarikan seni ini, diharapkan nilai dari ajaran Islam semakin dapat dirasakan-melalui pendekatan budaya-oleh seluruh masyarakat. Hal tersebut juga menjadi ihtiyar yang dilakukan oleh Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...