Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium maupun solar di Bojonegoro tahun 2011 lebih dari cukup. Bahkan, untuk premium menyisakan kuota sebesar 32,59 % , sedangkan solar 29,18 %. Data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral(ESDM) sejak Januari sampai Agustus mencatat konsumsi premium Rp 47.766 Kiloliter (Kl) dari kuota 70.862 Kl.
Sedangkan kuota solar per Januari-Agustus mencapai 39.552 Kl, sementara konsumsi masyarakat sebanyak 28.083 Kl atau sisa 29,18 %. Perwakilan Sekretariat Dirjen Migas Kementrian ESDM, Raden Risky Hartanto mengatakan, dengan estimasi tersebut seharusnya tidak akan terjadi kelangkaan BBM di Bojonegoro.
"Kalau keterlambatan pengiriman itu mungkin bisa mengakibatkan antrian," ungkap Ricky.
Setiap triwulan, pemerintah melalui BPH Migas telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengamankan stok BBM. Dalam hal ini Pertamina yang akan memantau pasokan BBM di daerah.Ia memastikan masyarakat Bojonegoro tidak perlu resah dengan pasokan BBM.
Apalagi di Bojonegoro cukup dekat dengan Pertamina EP Cepu dan bukanlah kabupaten industri seperti Gresik atau Surabaya. Sisa kuota yang ada justru bisa mencukupi kabupaten lain yang kekurangan. Sementara, keterlambatan distribusi bisa disebabkan oleh kondisi alam atau terjadi penyelundupan.
Tetapi saat ini pemerintah sudah memperketat keamanan mengawal distribusi BBM . Yakni bekerjasama dengan aparat keamanan.[oel/lis]






