Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Anggaran untuk pendidikan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2012 Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Dari total anggaran di tahun 2011 sebesar Rp 700.416.712.615. Dengan rincian Rp 520.253.570.965 untuk belanja tidak langsung. Sedangkan untuk belanja langsung sebesar Rp 180.163.141.650.
Namun di tahun 2012 ini hanya dianggarkan Rp 572.514.150.407 Untuk belanja tidak langsung senilai Rp 426.044.977.393 dan Rp 146.469.173.014 untuk belanja langsung.
"Jika kita melihat realitas pendidikan di Bojonegoro ini, dengan anggaran itu masih sangat kurang. Apalagi dengan kondisi-kondisi sekolah yang rusak belum mendapatkan penanganan yang serius," kata Wakil Ketua Komisi C, Nuswantoro.
Turunnya anggaran untuk pendidikan ini menurut Nuswantoro karena memang pagu anggaran untuk Dinas Pendidikan sangat minim.
"Makanya, ini perlu kita perjuangkan supaya dapat tambahan. Sehingga, sekolah-sekolah yang perlu mendapatkan perbaikan bisa dilaksanakan di tahun 2012. Karena saat ini masih bisa kita perjuangkan dalam KUA-PPAS ini. " imbuhnya.
Dari aturan yang berlaku 20 % anggaran untuk pendidikan, Bojonegoro hanya bisa merealisasikan 9-11 %.
"Ya ini karena APBD kita hanya mampu segitu, kita belum mampu mencapai 20 % dari APBD untuk pendidikan," tambahnya.
Dengan berkurangnya anggaran untuk pendidikan ditahun 2012 nanti, diharapkan tidak berdampak serius terhadap pendidikan di Bojonegoro.
Dari pembahasan KUA-PPAS yang dilakukan beberapa waktu lalu, mendapatkan hasil keprasan sebesar Rp 8 miliar. Nuswanyoro berharap Rp 6 miliar bisa dianggarkan untuk pendidikan.
Politisi asal PDIP tersebut yakin di tahun 2014, anggaran pendidikan di Bojonegoro bisa mencapai 20 %. [ana/yud]






