Warga Terdampak Eksplorasi Migas Wadul ke Dewan
Jumat, 23 Desember 2011 16:00:13 Warga Terdampak Eksplorasi Migas Wadul ke Dewan

Reporter: Riska Irdiana

blokBojonegoro.com - Masyarakat sekitar proyek eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas (migas) di Blok Cepu dan Petrochina mengadukan keluhan mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jumat (23/12/2011).

Warga sekitar Petrochina di Desa Campureje, Bojonegoro, mengeluhkan dampak yang ditimbulkan akibat proyek tersebut. Pasalnya, areal persawahan warga seluas hampir 1 hektare tidak bisa ditanami. Selain itu, banyak pohon yang tidak bisa berbuah serta jalan yang banyak mengalami kerusakan.

Selain warga Campurejo, perwakilan warga Gayam juga mengeluhkan dampak eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Cepu.

"Kita menginginkan transparansi masalah industri migas. Dan adanya Raperda Transparansi itu agar segera disahkan," kata perwakilan warga Gayam, Supolo.

Dikatakan, salah satu keluhan warga Gayam adalah pembangunan infrastruktur jalan yang semakin menurun. Padahal, hasil yang diperoleh dari sektor migas semakin besar. "Tapi kenapa kok justru menurun?" tanya Supolo.

Mereka berharap dengan disahkannya Perda Transparansi tersebut, warga mempunyai payung hukum tentang hak-hak yang seharusnya didapat. "Karena untuk pembangunan saja, harus ada tekanan baru dikasih," pungkasnya.

Komisi A DPRD Bojonegoro yang memfasilitasi pertemuan di Ruang Rapat Paripurna tersebut mengatakan akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat ke pihak eksekutif.

"Untuk Perda Transparansi, beberapa bulan lalu sudah kita bahas. Tetapi karena substansi di dalamnya masih banyak kekurangan, sehingga kita masih banyak koordinasi dengan instansi terkait supaya mempunyai kekuatan hukum yang jelas," jelas anggota Komisi A, Mugi Waluyo.

Sedangkan untuk permasalahan di Desa Gayam, CSR-nya masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jawa Timur. [ana/yud]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Minggu, 04 Desember 2016 22:00:13 BloKers Peduli Banjir 2016 Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir
    Aksi bersama untuk berbagi dengan korban banjir akibat luapan Bengawan Solo, tuntas digelar kemarin. Ternyata masih ada beberapa komunitas yang ingin menggelar pengumpulan dan pembagian bantuan pasca banjir. Sehingga, BloKers Peduli Banjir 2016 tetap menerima donasi sampai Jumat (9/12/2016) malam.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 03 Desember 2016 10:00:29 Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah
    Demi mempertajam dan menguatkan ideologi kader, PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro melakukan kajian tentang kondisi ansor dan dinamika tantangan kedepan. dihadirkan sebagai pemateri tersebut M.Hasan Bisri dari Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur pada Jumat (2/12/2016) di Mushola Al Hasani Desa Cengungklung.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...