Mencoba Peruntungan dengan Budidaya Jambu Merah
Jumat, 06 Januari 2012 15:00:22 Mencoba Peruntungan dengan Budidaya Jambu Merah

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Budidaya jambu merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Permintaan pasarnya cukup besar, karena jambu merah atau dikenal juga sebagai jambu biji atau jambu klutuk ini, banyak mengandung vitamin A dan C. Pemasarannya tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di supermarket.

Salah satu lokasi budidaya jambu merah di Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro sudah dikembangkan selama empat tahun. Masyarakat di desa ini sudah menanam jambu merah di ladang dan pekarangan mereka. Hasilnya luar biasa karena setiap hari bisa memanen 15-20 Kg.

Salah satu petani jambu merah, Ali Fitrah mengatakan, perkebunan jambu merah yang dikelola keluarga sudah mencapai hasil panen maksimal. Setelah empat tahun dirinya tinggal merasakan produksi buah jambu setiap hari. Setiap pohon rata-rata menghasilkan 5-6 Kg. Sedangkan di kebun seluas 3/4 Hektare (Ha) terdapat sekitar 200 pohon.

"Berkebun jambu merah tidak terlalu sulit karena tanaman ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah dan tidak mengenal musim," ujar Ali.

Jambu merah akan tumbuh subur pada lahan yang gembur dan diberi pupuk organik. Jika dalam cuaca panas, tinggal menutupi bagian akar dengan jerami atau daun yang sekaligus bisa menjadi kompos.

Sebab, bila akar kepanasan akan menghambat proses reproduksi tanaman. Ali dan keluarganya mulai tertarik menanam jambu merah setelah melihat kebun milik saudaranya di Kendal Jawa Tengah.

Berawal dari 40 pohon cangkokan kini di kebunnya sudah berkembang menjadi 350 pohon. Selain itu setiap rumah di desanya sudah mendapat bibit dari kebunnya secara cuma-cuma. Sehingga diharapkan nantinya menjadi salah satu desa wisata budidaya jambu merah.

Namun, para petani di Desa Mayanggeneng belum maksimal menanam jambu, karena lebih memilih menanam padi. Padahal secara ekonomis budidaya jambu lebih murah dan bisa menghasilkan rupiah cukup banyak. Setiap hari buah jambu bisa dipanen tanpa mengenal musim. Selain itu, peminatnya juga cukup banyak.

"Buah jambu siap konsumsi perkilo mencapai Rp 6000, kualitasnya juga tidak kalah dengan buah di supermarket," tegas Sri Asih, petani jambu lainnya.

Perawatannya juga tidak rumit seperti menanam padi. Paling tantangannya adalah serangan lalat buah dan cabuk (sejenis jamur putih yang menyerang daun). Solusinya dibasmi dengan obat serangga semprot yang dicampur dengan obat hama padi.

Bila tanaman sudah tua, dapat diregenerasi dengan sistem pencangkokan. Bibit jambu merah ini awalnya  dibeli dari Kawasan Bogor, Jawa Barat. Kenyataannya setelah dibudidayakan di Bojonegoro dapat tumbuh subur dan menghasilkan ladang bisnis baru.[oel/lis]

Teks foto/Joel Joko: Ali dan Sri menunjukkan hasil budidaya jambu merahnya

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
    Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
    Redaksi
    Sabtu, 22 Agustus 2015 18:00:00 HUT TNI Ke- 70 Kodim Gandeng bB Baksos di Temayang Kodim Gandeng bB Baksos di Temayang
    Dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke- 70, Kodim 0813 Kabupaten Bojonegoro akan menggelar bakti sosial (baksos) di Desa Soko, Kecamatan Temayang pada bulan September 2015 nanti. Dalam pelaksan baksos, Kodim 0813 bekerjasama dengan Jeep Adventure dan blokBojonegoro.com sebagai media partner.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Selasa, 18 Agustus 2015 08:00:39 Meriah, Agustusan ala Mahasiswa Indonesia di Thailand Meriah, Agustusan ala Mahasiswa Indonesia di Thailand
    Dalam rangka memperingati HUT RI ke-70, persatuan mahasiswa Indonesia di Universitas Khon Kaen (ISU-KKU), Thailand mengadakan berbagai acara. Tahun ini, merupakan tahun yang paling ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Karena, selain jumlah mahasiswa tetap yang menempuh pendidikan S2 maupun S3 makin banyak, juga karena pada Agustus ini Universitas Khon Kaen juga banyak melakukan pertukuran mahasiswa dari berbagai institusi di Indonesia.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar âAwasi Air Saat Musim Keringâ dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ...