Pemakaian Pupuk Berlebih Picu Padi Roboh
Jumat, 06 Januari 2012 14:00:20

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Produksi berasnya mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Namun, musim hujan ini, petani menghadapi tantangan yang cukup berat dengan adanya anomali iklim yang ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain lahan padi rawan tergenang, angin kencang membuat tanaman padi seringkali roboh.

Para petani khawatir jika semakin banyak yang roboh maka menyebabkan penurunan produktivitas pertanian. Belum lagi serangan hama wereng dan tikus menjelang masa panen bakal menjadi tantangan serius bagi petani.

Seperti diungkapkan Priyo, petani asal Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu mengeluhkan tanaman padinya roboh diterjang angin. Walaupun tidak semua tapi tanaman padi yang roboh sudah tidak bisa menghasilkan padi dengan baik. Jika terendam air dalam waktu cukup lama bisa menyebabkan tanaman mati.

"Tidak semua ambyuk(roboh) tapi biasanya tanaman padi yang roboh nggak mau berbuah," kata Priyo.

Meluasnya padi roboh secara terus menerus terjadi di sejumlah wilayah. Selain di Kecamatan Kalitidu dan Kanor, para petani di kecamatan lain menganggap itu kejadian biasa.

Sementara, masalah padi roboh, menurut Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Bojonegoro, Agus Heryana padi mudah roboh disebabkan pola tanam padi tidak benar. Salah satunya pemupukan urea yang berlebihan dan kurangnya pupuk organik menyebabkan batang padi menjadi lunak. Sehingga mudah roboh dan bobot padi berkurang.

"Saat masa pertumbuhan batang, kami sering menyarankan petani jangan menggelontor dengan urea, karena menyebabkan batang padi lunak," kata Agus.

Pihaknya menghimbau kepada para petani untuk mengubah pola tanam, menggunakan pupuk organik. Saat padi sudah menunjukkan pertumbuhan batang, maka kadar pupuk harus lebih banyak SP 36.

Selama musim tanam ini, diakui ada beberapa laporan terkait padi roboh, tetapi jumlahnya tidak banyak. Setiap petak hanya sekitar 20-50 meter2. Sementara bagi petani yang padinya roboh segera melakukan tambal sulam. Sehingga pada saat musim panen nanti kerugian petani tidak bertambah banyak.[oel/lis]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
    Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
    Redaksi
    Jumat, 26 Juni 2015 16:30:00 Hotel Aston Ucapkan Selamat Ulang Tahun bB Hotel Aston Ucapkan Selamat Ulang Tahun bB
    Manajemen Hotel Aston Bojonegoro mengunjungi Kantor Redaksi blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) di Jalan MT Haryono No. 5A Bojonegoro untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 30 Mei 2015 21:00:16 Cegah Demam Berdarah, Dinkes Lakukan Fogging Cegah Demam Berdarah, Dinkes Lakukan Fogging
    Meskipun musim penghujan hampir selesai, kasus demam berdarah masih saja menghantui beberapa wilayah di Bojonegoro. Salah satunya adalah Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, karena demam berdarah telah merenggut satu korban jiwa.
    Info Tabloid bB
    Sabtu, 25 April 2015 16:46:23 Tabloid bB Edisi April 2015
    Sumur Tua belakangan ini seperti primadona. Semua pemangku kepentingan riuh membicarakan, termasuk di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. PT Pertamina sebagai pihak yang mempunyai wilayah pertambangan tak ingin dianggap salah sendirian. Mereka buru-buru membersihkan praktik curang penambang ilegal. Masalah tersebut akan diangkat di rubrik Investigasi melalui beberapa sisi dengan tema besar & ...