Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Banjir akibat luapan Bengawan Solo tidak hanya merendam persawahan di sejumlah kecamatan. Namun, pemukiman warga juga mulai digenangi banjir, baik yang berada di seputaran kota maupun kecamatan di bantaran lain.
Sedikitnya lima rumah warga di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, sejak semalam telah kabanjiran. Air merendam rumah warga setinggi kurang lebih 30 centimeter.
Kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (14/1/2012), Camat Kanor, Darmawan mengatakan, warga yang rumahnya terendam banjir tinggal dekat bantaran sungai Bengawan Solo.
Bersamaan hujan tadi malam, Bengawan Solo meluap hingga masuk ke rumah warga. Meski demikian, pemilik rumah tetap bertahan di tempat tinggal mereka, karena kondisinya masih memungkinkan.
"Kami sudah mengecek ke lokasi yang kebanjiran, untuk sementara hanya 5 rumah dan beberapa hektare sawah," kata Darmawan.
Ditanya berapa pasti lahan yang terendam? Sejauh ini pihak kecamatan masih menghitung jumlah pasti sawah yang kebanjiran. Khususnya yang tepat berada di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
"Debit Bengawan Solo di Kecamatan Kanor terus naik. Ditambah perjalanan air merambat tenang. Sehinggan air nampak ngendon mulai dari wilayah Kapas sampai Baureno," tegasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro membenarkan terjadinya penumpukan air di tiga kecamatan. Yakni di Kecamatan Sumberrejo, Kanor dan Baureno. Sekarang ini Bengawan Solo di Bojonegoro masih berstatus siaga II. [oel/mad]






