Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Kodim 0813 menyiagakan prajuritnya, untuk siaga menghadapi bencana alam. Komandan Kodim 0813, Letkol Infantri Taufiq Risnendar mengatakan, ratusan personel telah diberikan pelatihan mitigasi bencana, tujuannya agar TNI, siap turun langsung untuk membantu Pemerintah Daerah untuk menanggulangi bencana, khususnya banjir.
"Kurang lebih 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang kita libatkan guna siaga bencana," kata Dandim 0813.
Ia menjelaskan, untuk menghadapi tingginya kemungkinan bencana di Bojonegoro, seluruh anggota diminta langsung turun ke lapangan. Bila sewaktu-waktu bahaya sudah semakin dekat lebih baik meminta warga mengungsi daripada menunggu bencana benar-benar datang.
Hal itu selalu disampaikan pada jajaran, Babinsa dan Danramil, agar mengingatkan masyarakat bahwa curah hujan sudah naik, potensi bencana tentunya akan meningkat. Pihaknya juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk mempelajari peta rawan bencana dan melihat langsung lokasi bencana.
"Seperti di Kelurahan Ledok Wetan yang sering menjadi langganan banjir Bengawan Solo, tetapi masyarakat masih menganggap biasa," tutur Taufiq.
Saat ditemui di lorong Jalan Kapten Ramli, para anggota mendatangi rumah warga yang terendam. Anggota Kodim juga ikut membantu memindahkan perabotan warga yang rawan terendam. Melihat intensitas curah hujan saat ini, diperkirakan banjir masih terus naik.
Di lorong 1,2,3 dan 6 sedikitnya puluhan rumah terendam banjir luapan Bengawan Solo. Karena daerah ini berdekatan langsung dengan bengawan. Sementara debit Bengawan Solo di Bojonegoro terus naik seiring peningkatan air di wilayah hulu. Baik Dungus, Ngawi maupun Jurug, Solo masih dalam siaga I.[oel/lis]
Teks foto/Joel Joko: Komandan Kodim 0813, Letkol Infantri Taufiq Risnendar






