Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Rencana pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuat Lapangan Terbang (Lapter) khusus masih berupa wacana. Sampai saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum mengeluarkan izin penerbangan. Padahal, izin tersebut sangat diperlukan untuk memastikan boleh atau tidaknya Bojonegoro memiliki Lapter sendiri.
Wakil Kementrian Perhubungan (Wamenhub), Bambang Susantono mengatakan, sudah mendengar rencana Pemkab Bojonegoro membangun Lapter. Namun, kemungkinan diizinkan atau tidak ia belum bisa memastikan. Saat ini pihaknya masih mengkaji berbagai kemungkinan sebelum mengeluarkan izin.
"Kemungkinan itu tetap ada, tapi sekarang masalahnya masih dikaji oleh direksi," kata Bambang.
Bambang juga belum bisa menjelaskan kajian apa saja yang bisa memenuhi syarat membangun sebuah Lapter. Kemenhub memiliki standar dan kajian khusus sebelum merekomendasikan sebuah daerah membangun Lapter. Biasanya usulan yang masuk akan dibahas dalam rapat koordinasi pimpinan direksi.
Terpisah, Bupati Bojonegoro, Suyoto tetap optimis proyek besar itu bakal mendapat lampu hijau. Sebelumnya, ia sendiri yang menghadap Menhub untuk membicarakan rencana pembangunan Lapter di Bojonegoro.
Setelah izin keluar, proses pembangunan Lapter senilai Rp 300 miliar itu bakal segera direalisasikan. Diperkirakan, butuh waktu 2-3 tahun pembangunan Lapter hingga siap dioperasikan.
Dalam pengerjaannya nanti, Pemkab tetap akan menggandeng pihak ketiga. Pemkab tinggal menunggu 15-20 tahun untuk memiliki Lapter tersebut. Sehingga dipastikan tidak ada APBD yang terserap untuk pembangunannya.
Sementara, wacana penempatan Lapter akan berada di perbatasan kawasan hutan seluas 150 hektare di Desa Kunci Kecamatan Dander dan Desa Sampang, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan tingkat kebisingan sangat kecil dan tidak diperlukan relokasi penduduk. [oel/lis]






