Reporter: Kharis Wahyudi
blokBojonegoro.com - Saat bus jurusan Bojonegoro-Surabaya tengah mogok untuk menggelar aksi solidaritas di Kantor Gubernur Jatim dan DPRD Tingkat 1 di Surabaya, sejumlah MPU mereguk untung berlipat.
Biasanya, penumpang yang masih sepi sejak di Terminal Rajekwesi Kota Bojonegoro, tetapi pada Senin (6/2/2012) pagi, kondisinya berbeda. Malahan, mereka kebingungan mengangkut penumpang setelah ke luar Kota Ledre.
Tidak hanya MPU, beberapa mobil plat hitam carteran yang biasa menunggu penumpang dalam jumlah besar di sekitar Jalan Veteran juga laris manis. Beberapa kali tampak mereka memasukkan penumpang untuk diangkut ke tujuan, khususnya ke arah Lamongan, Gresik, bahkan hingga Surabaya.
"Hari ini penumpang sangat bagus, karena bus tidak beroperasi. Sejak pagi sudah mulai penuh penumpang yang kami akan angkut," kata Adi, salah satu sopir mobil plat hitam.
Dikatakan, rata-rata penumpang tersebut bersedia dikenai tarif lebih mahal dibandingkan dengan naik bus. Karena, mereka juga kebingungan jika harus berpindah-pindah tumpangan menuju ke tujuan masing-masing. Biasanya yang naik bus hanya Rp 15.000 untuk ke Surabaya, rata-rata mereka mengeluarkan sampai Rp 30.000.
"Kebanyakan menuju ke Surabaya, ada juga yang akan bepergian ke Gresik," jelasnya sambil tersenyum.
Terpisah, salah satu petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro, Agung menjelaskan, jika sudah seperti ini, berbagai hal telah dilakukan untuk para penumpang yang akan ke jurusan Surabaya.
"Sejak pagi penumpang telah diarahkan untuk naik MPU dan turun ke Babat. Nanti bisa naik bus yang dari arah pantura, Tuban," tegas Agung.
Mengenai plat hitam yang sering dikeluhkan oleh bus mupun MPU, menurutnya sudah sering dioperai. Karena, mereka mempunyai banyak trik untuk mengangkut penumpang. Semisal mengaku carteran keluarga atau yang lain. "Terkadang kita juga meneliti KTP nya," sambungnya. [yud/mad]
Foto/Muhammad A Qohhar: Salah satu mobil plat hitam tengah berhenti di depan Terminal Rajekwesi Kota Bojonegoro.






