Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Warga di lingkungan RT 01 RW 02, Kelurahan Banjarejo, Kota Bojonegoro, kini semakin waswas. Pasalnya, tepian Sungai Bengawan Solo yang longsor semakin melebar dan mendekati rumah warga.
Tebing Sungai Bengawan Solo itu semula longsor sepanjang 20 meter dengan kedalaman 10 meter. Namun, longsoran tersebut kini makin memanjang hingga 200 meter dengan kedalaman 10 meter. Tepian sungai itu hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah Marinah (60) yang hingga kini masih bertahan di lokasi.
Tebing yang longsor itu semakin parah lantaran digerus banjir sepekan terakhir. Tanah tebing yang gembur dan berlempung mudah lembek dan akhirnya ambrol ketika digerus aliran air. Rekahan tanah yang longsor itu semakin lama juga semakin melebar.
“Saya sekarang setiap malam tidak bisa tidur nyenyak. Khawatir kalau sewaktu-waktu terjadi longsor dan menyeret rumah,” ujar Marinah.
Rumah Marinah yang berupa bangunan permanen dan kayu itu kini posisinya paling dekat dengan tebing sungai yang longsor. Bahkan, bagian dapur rumah itu kini nyaris terkena longsoran. Meski begitu, Marinah tetap memilih bertahan di rumah yang ditinggali bersama anak dan cucunya itu.
“Mau pindah sudah tidak punya biaya lagi. Sementara, pemerintah sepertinya juga tidak mau tahu dengan kondisi warga seperti ini,” ucap Marinah lirih.
Di dekat tebing sungai yang longsor, setidaknya ada delapan rumah warga. Kebanyakan rumah warga berupa bangunan permanen. Dulu, jarak antara tepian sungai dengan pemukiman warga itu sepanjang 20 meter. Namun, karena di sisi seberang sungai sering ada kegiatan pengambilan pasir secara ilegal, dampaknya terjadi erosi dan tebing sungai mudah longsor.
Ironisnya, hingga kini warga yang rumahnya terancam terkena longsoran itu tak kunjung diperhatikan oleh pemerintah. Petugas dari kecamatan pernah mendata kejadian longsor itu, namun setelah itu tidak ada kelanjutannya. [oel/yud]
Foto/Joel Joko: Tepian Sungai Bengawan Solo yang longsor






