Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Kepala Desa Dander Kecamatan Dander, Juprianto meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memperhatikan keinginan para pedagang dan juga masyarakat setempat untuk menempati kelebihan kios baru di Pasar Dander yang Pembangunannya diperkirakan selesai dalam waktu dekat ini.
Menurut Kades, warganya berhak menempati kelebihan kios di Pasar Dander tradisional yang telah dirombak menjadi Pasar Modern tersebut. Dirinya tidak menginginkan warganya menjadi penonton ketika Pasar Dander itu telah beroperasi.
"Masih ada 28 kios kosong yang belum ada calon penghuninya, saya usul diprioritaskan untuk warga Dander," kata Juprianto kepada blokBojonegoro.com Jumat (2/3/2012).
Pasar Dander telah di rombak total dengan bantuan biaya sebesar Rp 7,5 miliar dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (). Dari total 300 kios sebanyak 28 kios kosong belum ada yang menempati. Pembangunan pasar yang dimulai Oktober lalu diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, Bambang Soeharno mengatakan, sejauh ini para pedagang sudah mendapatkan sosialisasi rencana pembangunan pasar setempat dan tidak ada yang menolak pasar dibangun kembali.
Pihaknya akan mengkaji adanya permintaannya dari para pedagang lama yang ingin diprioritaskan menempati kios baru serta biaya sewa tidak mahal.
"Kalau memang ada yang masih kosong nanti akan dikoordinasikan dengan dinas terkait," ujar mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro ini. [oel/pen]






