Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Kematian salah seorang bonek yang menjadi korban pelemparan di wilayah Lamongan Sabtu (10/3/2012) dinihari tadi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Ahmad Zuri, ayah Miftakhul Huda korban tidak menyangka anaknya tewas saat pergi bersama rombongan suporter bonek yang akan bermain di kandang Persibo Bojonegoro Sore nanti.
Padahal korban sebelumnya, pamit kepada keluarga akan pergi mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di sekolahnya.
Zuri, sangat terpukul melihat jazad anaknya terbujur kaku di kamar mayat RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo. Sebelum pergi dari rumah, anak keduanya itu hanya mengatakan akan liburan.
Dari rumah anaknya membawa tas berisi perbekalan kemah dan menggunakan seragam pramuka. Ternyata itu hanya alasan korban agar bisa bergabung dengan teman-temannya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.
"Saya nggak nyangka ketika dikabari dari pihak Rumah Sakit anak saya meninggal di Bojonegoro," kata Zuri sambil tertunduk lesu dan mata berkaca.
Kabar duka itu diterima keluarga korban sekitar pukul 02.20. Nyawa korban tak tertolong lantaran luka serius dibagian kepala. Menurut cerita teman-teman korban, saat menumpang kereta api barang mereka dilempari oleh warga ketika berada di wilayah Kabupaten Lamongan. Saat dibawa ke RSUD Bojonegoro, darah mengalir banyak dari kepala Huda dan kondisinya semakin kritis. Hingga akhirnya meregang nyawa di rumah sakit.
Rencananya jenazah pelajar kelas VIII akan dibawa pulang setelah dilakukan visum. Fery, salah satu teman korban mengaku sangat bersalah dengan kejadian ini. Sebab dirinya yang mengajak korban pergi menyaksikan sepak bola. Sambil menitikkan air mata ia berharap polisi mengusut kasus pelemparan tersebut. [oel/pen






