Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Kinerja Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro kembali dipertanyakan.
Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010-2011 ternyata belum terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti dengan masih besarnya Silpa selama tiga tahun berturut-turut.
Yakni mulai tahun 2010 menyisakan proyek pengadaan buku Rp9,5 miliar; alat peraga Rp6 miliar; dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) senilai Rp2,5 miliar.
"Hal ini dikarenakan adanya perubahan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Yang dulu swakelola dan sekarang harus melalui tender," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Nuswantoro.
DAK yang belum terlaksana di tahun 2011 lebih memprihatinkan. Mulai dari fisik senilai Rp34.894.581.400, alat peraga Rp7.174.487.800, buku Rp7.204.710.000, dan TIK Rp 3.538.480.000.
"Masih belum terealisasinya DAK tahun 2011 ini karena mepetnya waktu. Disdikda tidak bisa melaksanakan pekerjaan karena harus tutup tahun dan terpaksa tender ulang," ujar pria yang juga sebagai wakil ketua DPC PDI P tersebut.
Dan di tahun 2012, fisik Rp4.246.817.000 dan peningkatan mutu Rp1.125.000.000. Selain dana rehab dari DAK, Disdikda juga masih menyisakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas senilai Rp6.125.000.000 dan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp4.527.933.164.
"DAK di Dinas Pendidikan ini yang terealisasi baru perpustakaan," tutur Nuswantoro.
Sementara untuk buku, alat peraga, dan lainnya masih proses tender. Dengan menumpuknya anggaran dari 2010 hingga tahun 2012 yang belum bisa dikerjakan satupun, maka diharapakan agar ada kebijakan dari eksekutif untuk proyek yang sifatnya penunjukan langsung maupun pemilihan langsung oleh SKPD terkait.
"Dengan menumpuknya anggaran itu, tentu akan menjadi tugas bagi Dinas Pendidikan untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan proyek yang ada. Selama tiga tahun harus masuk diselesaikan ditahun 2012 ini," harapnya.
Diharapkan juga kepada Disdikda harus memiliki masterplan yang jelas, sehingga ditahun 2013 nanti dapat menyelesaikan pada persoalan lain. Pihak dewan mengatakan akan mendukung program DAK selesai tahun 2012. Sehingga, tidak ada lagi Silpa pada tahun 2013 mendatang.
"Ya nanti akan kita lihat dan akan kita panggil siapa yang tidak pecus untuk melaksanakan ini," tegas politisi dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. [ana/yud]






