Reporter: --
blokBojonegoro.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menawarkan PT Pertamina (Persero) tanah milik PT Pelindo II (Persero) di Banten untuk pembangunan kilang pengolahan minyak sebagai solusi mengatasi impor bahan bakar minyak.
Dahlan menjelaskan tanah seluas 300 - 400 hektar ini awalnya akan digunakan PT Pelindo II untuk dibangun pelabuhan, namun karena Pelindo II saat ini sedang fokus membangun pelabuhan Kalibaru maka aset berupa tanah tersebut dibiarkan saja.
"Pertamina ini kan kekurangan refinery karena kesulitan mencari lokasi dan pelindo punya tanah di Bojonegara, Banten Utara yang tidak akan dipakai lagi karena pelindo konsentrasi ke kalibaru," kata Dahlan di Jakarta, Rabu.
Ia sudah mengatakan kepada direksi Pelindo II agar tanah yang awalnya mau dibangun sebagai pelabuhan, dapat digunakan Pertamina. Jika Pertamina mau, maka Pelindo II 'merelakan' tanahnya untuk Pertamina.
"Sistemnya seperti apa, saya serahkan kepada kedua BUMN, itu kan seperti mengeluarkan uang di kantong kiri masuk kantong kanan," katanya.
Jika Pertamina mau, lanjut Dahlan, Maka kesulitan Pertamina untuk mengolah minyak mentah jadi BBM dapat berkurang karena kapasitas kilang Pertamina bertambah. Selama ini Pertamina mengaku kepada dirinya kesulitan mencari tanah yang cocok untuk refinery di pulau Jawa.
Pertamina menggandeng investor asal Arab Saudi, Saudi Aramco untuk membangun kilang di Indonesia. Saudi Aramco mensyaratkan tanah lokasi kilang diadakan pihak indonesia
"Maka saya berpikir dimana tanah yang bisa dibangun refinery, tanah ini udah oke dari Pelindo II. Maka saya minta pertamina meminta Saudi Aramco untuk melihat kondisi tanah itu. Apakah tanah tersebut cocok atau tidak untuk refinery, maka saya serahkan kepada mereka," katanya. [yud]
Sumber http://bisnis.vivanews.com/news/read/299788-dahlan-tawarkan-tanah-ke-pertamina






