Keterlibatan Rekanan Lokal Minim
Jumat, 30 Maret 2012 06:00:07 Keterlibatan Rekanan Lokal Minim

Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy

blokBojonegoro.com -
Sejumlah aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan oleh warga sekitar lokasi pengeboran sempat mewarnai tahap engineering, procurement, and constructions (EPC) 1 sebagai awal pengerjaan fasilitas menuju puncak produksi Migas Blok Cepu.

Mereka menuntut PT Tripatra Engineers and Constructors selaku pemenang tender agar dapat dilibatkan. Sebab, banyak masyarakat sekitar yang mulai beralih sebagai pengusaha jasa konstruksi.

Perusahaan yang bergandengan dengan perusahaan  Korea ini menepis anggapan tidak melibatkan kontraktor lokal sebagai rekanan. Hanya saja, Tripatra tidak bisa melibatkan semuanya lantaran kontraktor lokal dinilai masih belum memenuhi standar yang diharapkan.

"Kotraktor lokal sudah dilibatkan. Kita mengundang secara terbuka melalui Pre Qualification (PQ)," tukas Community Affairs PT Tripatra, Budi Karyawan.

Menurutnya, masih banyak ditemui kontraktor lokal yang tidak memiliki kelengkapan administratif. Seperti SIUP, SIUJK, SIUP, TDP, dan SBU. "Ternyata masih banyak kontraktor tidak memiliki surat-surat yang cukup," imbuhnya.

Padahal, lanjut Budi, surat tersebut merupakan standar minimum yang harus dimiliki perusahaan jasa konstruksi. Dikatakan, selama proses verifikasi hasil PQ, salah satu poin penting yang menentukan adalah berdasarkan kelengkapan surat tersebut.

"Hampir 160 kontraktor yang telah mengambil dokumen juga kita saring berdasarkan surat-surat itu," terang Budi.

Ia menegaskan, penilaian kapasitas kemampuan kinerja atas proyek yang akan dikerjakan dapat dilihat dari salah satu surat tersebut. Biasanya disebutkan dalam grade di SIUJK.

"Tidak mungkinlah kita libatkan semua dan diberi pekerjaan, sementara kita tidak tahu kemampuannya," tambahnya.

Budi juga menambahkan, selain menentukan legalitas sebuah perusahaan jasa konstruksi, surat-surat tersebut juga menentukan tingkat kemampuan dari usaha para kontraktor.

"Pada akhirnya terbukti hanya sebagian kecil pengusaha lokal yang bisa masuk. Dari 160 dokumen yang diambil, ada sekitar 100 lebih yang mengembalikan. Hasilnya sekitar 30% yang lolos," pungkas Budi Karyawan. [roz/yud]

Komentar Pembaca
  • Jumat, 30 Maret 2012 07:27:53 eko saputro
  • sudah menjadi resiko negeri yang kaya akan sumber daya alam, akan senantiasa terjebak dalam konflik dan perseteruan tanpa henti. musuh bangsa Indonesia ini banyak sekali, dari segala penjuru, bahkan diri bangsa Indonesia sendiri. Selamat Pagi Wahai Saksi Sejarah

  • Sabtu, 31 Maret 2012 01:04:48 Wong Ngasem Asli
  • Bolak balik mesti dijajah,.........?? lebih tragis lg kita sudah dijajah oleh rakyat kita sendiri dg mengatas namakan PT. dari KOREA, sedangkan jeketek seng jajah yo wong Bojonegoro dewe karo wong Malang,..... sungguh tragis masyarakat Bojonegoro ini,....?????????? "diapusi terus" "jengkel.com"

  • Selasa, 03 April 2012 19:11:21 wong bojonegoro
  • masih banyak ditemui kontraktor lokal yang tidak memiliki kelengkapan administratif. Seperti SIUP, SIUJK, SIUP, TDP, dan SBU. "Ternyata masih banyak kontraktor tidak memiliki surat-surat yang cukup," imbuhnya. Padahal, lanjut Budi, surat tersebut merupakan standar minimum yang harus dimiliki perusahaan jasa konstruksi. Dikatakan, selama proses verifikasi hasil PQ, salah satu poin penting yang menentukan adalah berdasarkan kelengkapan surat tersebut. "Hampir 160 kontraktor yang telah mengambil dokumen juga kita saring berdasarkan surat-surat itu," terang Budi. Ia menegaskan, penilaian kapasitas kemampuan kinerja atas proyek yang akan dikerjakan dapat dilihat dari salah satu surat tersebut. Biasanya disebutkan dalam grade di SIUJK. "Tidak mungkinlah kita libatkan semua dan diberi pekerjaan, sementara kita tidak tahu kemampuannya," dri prnyataan di atas saya mengerti skali mksud pak budi.."sebenarnya pt.tripatra sdah pduli dgn konten lokal.tp mau bgaimana lagi orang mrka gk ada yg mmnuhi syarat.ibrat kta mengadakan lomba lari tp yg kontn lokal bru bsa merangkak.trs gmna.gk mungkn kan dpksakan.yg ada malah bkin kacau smua,"alias buyar tatanan" lgian kerja kntrktor lokal jga maaf sblmnya sangat gk memuaskan.yg dlu2 ngrjakn prbaikan jln aja cma,1mggu dah rusak lagi.parah kan????dri segi itu aja udah klihatan bhwa kntrktor kta msh blm profesionl.yg jls saya berharap pt .triptra memperhatikan pmuda2 lokal trtma d daerah sktar lokasi.klo msalah kntraktor blkngan aja.klo pt tripatra mempekerjakan mayoritas pmuda lokal.itu sudah trmsuk mmprhtikan knten lokal.....oh ya 1 lg.org yg ikut demo menutup jln itu org yg merugi.prcma mrka tdk sdr bhwa mrka dmnfaatkan oleh org yg mmpnyai kpntngn dblik smua itu.sadabe bojonegoro

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Kamis, 24 Juli 2014 04:01:21 Festival Oklik di Bojonegoro
Berbagai tampilan unik disajikan peserta Festival Oklik di Kabupaten Bojonegoro. Tampak pejuang Hamas membawa kentongan dan berdoa untuk warga jalur Gaza.
Redaksi
Kamis, 26 Juni 2014 17:00:27 Open Office Tandai Syukuran Ultah bB Media Ketiga Open Office Tandai Syukuran Ultah bB Media Ketiga
Hari ini, Kamis (26/6/2014), blokBojonegoro Media (www.blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) tepat berusia tiga tahun.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Minggu, 27 Juli 2014 23:30:13 Malam Takbiran, Remaja Langgar Nyate Bareng Malam Takbiran, Remaja Langgar Nyate Bareng
Ada banyak cara yang dilakukan untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Salah satunya seperti yang dilakukan warga di Dukuh Sanggrahan, Desa Sekaran, Kecamatan Balen. Para remaja langgar Al-Azhar mengadakan acara bakar sate (nyate) bersama di malam takbiran.
Info Tabloid bB
Kamis, 05 Juni 2014 10:06:41 Edisi Migas di Juni 2014
Jelang masa produksi puncak minyak dan gas bumi (Migas) Blok Cepu, ternyata masih menyisakan sejumlah polemik mengenai pembebasan lahan. Dengan tema rubrik Investigasi "Sengketa Lahan Migas" redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin mengetengahkan liputan ekslusif mengenai perjalanan proses pembebasan lahan. ...