Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Taruna Siaga Bencana (Tagana) PMI harus semakin terampil dan tangguh dalam penanggulangan bencana. Sehingga bisa dengan lancar dalam menjalankan tugasnya yang mulia ini. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan PMI Jatim, Arna Vera Juani saat memantau simulasi bencana di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Jumat (6/4/2012) tadi.
Menurut Vera, tugas utama Tagana selain ikut menanggulangi bencana, juga di bidang bantuan sosial di setiap fase penanggulangan bencana yaitu pra, saat dan pasca bencana. Tagana berfungsi sebagai fasilitator, motivator, dinamisator dan komunikator. Serta agen atau frontliner dalam penanggulangan bencana. "Tagana harus mampu menjalankan tugas penanganan kedaruratan dan pengkajian kebutuhan masyarakat," ungkap Vera.
Kegiatan hari ini merupakan kombinasi terakhir setelah mengikuti pelatihan baik teori maupun praktek. Vera menilai 30 Tagana Bojonegoro yang mengikuti pelatihan sudah cukup mewakili daerah rawan bencana. Sehingga apabila terjadi bencana maka mereka yang akan menjadi orang terdepan untuk memfasilitasi penanganan kedaruratan dan kebutuhan masyarakat.
Tahun ini baru dua Kabupaten yang dirintis Tagana PMI, yakni Banyuwangi dan Bojonegoro. Pertimbangannya, selain karena potensi bencana juga diantaranya kesiapan PMI cabang membuat satuan binaan dan memiliki koordinasi yang baik dengan stakeholder terkait. Program pembinaan akan dikerjakan selama setahun dengan target melahirkan banyak sukarelawan PMI untuk menghadapi situasi darurat bencana alam. [oel/lis]






