Petani Kiai, Bekali Santri dengan Ngaji
Kamis, 19 April 2012 13:00:52 Petani Kiai, Bekali Santri dengan Ngaji

Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy

blokBojonegoro.com - Lantunan ayat suci terdengar serempak dari sekelompok anak yang sedang membaca Alquran. Sesekali tampak pula seorang pria yang sedang membimbingnya. Ayat demi ayat ia jelaskan, baik dari intonasi membaca, maupun makna di balik ayat tersebut.

Siapakah pria itu? Ia adalah Fathur Rohman, salah satu warga Dusun Sawen, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai petani biasa. Namun siapa sangka, di balik rutinitasnya yang cukup melelahkan itu, pria tersebut masih menyempatkan diri mengajar ngaji kepada para santrinya.

Kebanyakan para santri yang diasuhnya itu adalah anak-anak dari warga sekitar. “Yang ngaji di sini semua anak Sawen, Mas,” ungkap pria yang akrab dipanggil Pak Kiai ini.

Selain bertani, Fathur Rahman juga memelihara seekor sapi sebagai tambahan penghasilan. Ia pun mengakui jika pekerjaan yang digelutinya memang amat melelahkan. Meski demikian, Pak Kiai juga tidak ingin menelantarkan para santrinya yang tengah bersemangat belajar mengaji. Sebab, di zaman sekarang cukup sulit ditemui santri yang haus akan ilmu agama.

”Saya rasa semua orang tahu, pekerjaan tani itu seperti apa. Tapi bagaimanapun saya harus menyempatkan menularkan ilmu agama ke mereka. Saya senang dengan semangat anak-anak,” kata pria yang juga dianggap sebagai salah satu tokoh agama oleh warga sekitar.

Ada sekitar 64 santri yang ia bimbing. Mereka belajar setelah bersekolah pada pagi hari. Waktu mengaji dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama adalah pelajaran iqra yang dimulai dari pukul 12.00 hingga 13.30 WIB. Kemudian dilanjutkan kelas kedua dengan pelajaran bacaan Alquran hingga pukul 15.30 WIB.

Yang mengesankan, Pak Kiai tak sekalipun pernah memungut iuran. Hanya saja, terkadang ia mendapat bantuan ala kadarnya dari beberapa orang tua santri. Itu pun ia pergunakan untuk kebutuhan proses pembelajaran. “Kalau pun ada orang tua santri yang memberi uang, saya gunakan untuk keperluan belajar seperti membeli kapur,” ujar bapak dua anak ini.

Ia memang tak banyak berharap penuh terkait masalah materi, meski ingar bingar industri Migas konon menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Bagi Fathur, yang terpenting santri yang dibimbingnya mampu menghadapi tantangan zaman dengan bermodalkan ilmu agama. [roz/yud]

Teks foto/Athok Moch Nur Rozaqy: Fathur Rahman

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Senin, 17 Juni 2013 16:30:54 Dua Sekolah dari Kecamatan Gayam Berkunjung ke bB Media Dua Sekolah dari Kecamatan Gayam Berkunjung ke bB Media
    Senin (17/6/2013) siang, kantor redaksi blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) di Jalan Lisman, Gg Baru V, Kota Bojonegoro mendadak ramai.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Minggu, 16 Juni 2013 22:00:33 Panwascam Kanor Lakukan Akurasi DPS Panwascam Kanor Lakukan Akurasi DPS
    Setelah usai proses konsultasi, serta koordinasi, Minggu (16/6/2013) dilaksanakan proses audit akurasi Pemutakhiran Data pemilih.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 16 Juni 2013 19:06:02 Tabloid bB Juni, Melangkah Bersama Pembaca
    Semakin mendekatnya Ulang Tahun kedua blokBojonegoro Media, tepatnya 26 Juni mendatang, edisi Juni kali ini redaksi bB berusaha membahas dengan matang sesuai momen bulan istimewa dengan tema besar Ultah kedua "Melangkah bersama Pembaca" Edisi Juni rubrik investigasi disajikan dengan topik "Lingkungan Dicengkram Tambang". ...