Reporter: Kharis Wahyudi
blokBojonegoro.com - Sejak beberapa hari belakangan ini, puluhan warga dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedung Wonojati, BKPH Malo, KPH Parengan, menyetop aktivitas ke lokasi pengeboran minyak di sekitar Dusun Ngudal, Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro.
Bahkan, sampai Senin (23/4/2012), portal masih berdiri di jalan akses yang tepat berada di petak 82 wilayah hutan setempat. Kondisi tersebut membuat moving alat berat yang direncanakan sebelumnya belum bisa dilakukan.
Data yang dihimpun blokBojonegoro.com di lapangan menjelaskan, aksi itu telah berlangsung beberapa hari dan belum ada titik temu. Hal itu membuat warga yang berada di sekitar wilayah kerja PT Pertamina Eksplorasi dan Eksploitasi Cepu (PEPC) tersebut geram.
Karena, saat akan mengerjakan pengeboran di wilayah yang cukup dekat dengan permukiman itu, warga sekitar tidak diajak bicara. Sehingga, mereka meminta ada kompensasi-kompensasi, khususnya dari segi keterlibatan tenaga kerja dan sumberdaya di sekitar operasi.
Ketua LMDH Wonojati, Lariyanto menegaskan, pihaknya tidak akan membuka portal jika PEPC belum duduk bersama warga yang tergabung di LMDH. Karena, selama ini warga di LMDH yang bermitra dengan Perum Perhutani dan ikut melestarikan hutan.
"Selama ini PEPC jarang sekali mengajak berbicara kita, sehingga cukup wajar jika dipasang portal. Sejak awal kita siap untuk diajak duduk bersama," jelasnya.
Ada beberapa tuntutan yang diinginkan oleh LMDH, khususnya mengenai keterlibatan dalam pekerjaan di pengeboran. Mulai penyiapan material hingga pekerjaan lain yang bisa diambil oleh warga sekitar, khususnya yang tergabung di LMDH.
"Jika tidak ada kata sepakat, maka sampai kapanpun portal ini tidak akan kami buka. Dan moving alat berat milik PEPC dijamin akan tidak sampai ke tujuan," lanjutnya.
Hal senada dikatakan Sekretaris LMDH Wonojati, Yudianto. Ia beserta dengan teman-teman lain di LMDH tidak menuntut yang macam-macam. Intinya, teman-teman dilibatkan dalam pengerjaan, tidak ditinggal. Sebab, yang terkena dampaknya langsung warga sekitar, bukan yang dari Cepu maupun wilayah lain.
"Kami mohon itu yang diperhatikan. Jangan seenaknya sendiri, karena kita yang nantinya terkena imbas secara langsung," keluhnya.
Sementara itu, salah seorang petugas dari PEPC, Mahardian, enggan berbicara banyak. Ia menyarankan agar langsung ke bagian yang membidangi saja. Karena, dirinya masih berada di lapangan. "Memang kemarin saya kesana, dan lebih baik langsung ke Bagian Humas saja," jelas Mahardian. [yud/mad]






