Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Sebanyak 24 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mansahul Huda Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro terpaksa melakukan Ujian Nasional (UN) di ruang balai desa setempat. Penyebabnya terjadi karena konflik internal antara dua yayasan yang menaungi sekolah itu.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Abdul Wahid mengungkapkan, jika dua yayasan yang menaungi MI Mansahul Huda, ada selisih internal yang belum menemukan titik temu. Sehingga, terpaksa UN dilaksanakan di ruang balai desa.
"Kita memilih tempat yang netral, karena konflik internal dua yayasan yang menaungi sekolah MI itu belum ada titik temu," jelas Wahid saat memantau UN di Balai Desa Mayangrejo, Bojonegoro, Senin (07/5/2012) tadi.
Meskipun dilakukan di balai desa menurutnya tempat itu sudah layak digunakan untuk menggelar UN. Wahid menambahkan, Dua yayasan yang saling berebut anak didik itu adalah Yayasan Al Maarif dan Yayasan Al Wasiah. Dua yayasan itu yang mengelola MI Mansahul Huda.
Pihaknya berharap kedua yayasan tersebut segera menyelesaikan konflik internal yang terjadi. Namun, saat ditanya apa konfliknya, ia enggan menjelaskan.
Senada, Kepala Sekolah MI Mansahul Huda, Sofyan juga enggan menjelaskan konflik yang terjadi. Alasannya itu bukan porsinya. Sementara UN SD dengan Mapel Bahasa Indonesia di MI Mansahul Huda diikuti sebanyak 24 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. [oel/lis]






