Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Kejelasan PT Humpuss Patragas, perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang akan berdiri di Bojonegoro, sejauh ini belum ada titik terang. Bahkan operator Blok Cepu Mobil Cepu Limited (MCL), juga belum menerima tawaran kerjasama sampai sekarang.
Field Public Government Affair Manager, MCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, MCL sama sekali tidak mengetahui rencana tersebut. Ia hanya mendengar dari media mengenai pendirian perusahaan itu. Sebenarnya prosedur kerjasama menjadi wewenang BP Migas. Sebab, MCL hanya melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas, sedangkan yang menangani buyer BP Migas.
"Untuk buyer yang akan mengelola migas harus ada keputusan pemerintah. Sebab, itu bukan wewenang MCL," jelas Rexy.
Sekarang ini perusahaan yang ikut mengelola minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem adalah PT Tri Wahana Universal (TWU) dan Pertamina. Setiap hari TWU mengolah kurang lebih 6.000 barel per hari (BPH) dan Pertamina 10.000 BPH.
Sementara itu kabar terakhir, PT Humpuss Patragas sedang mengurus izin lokasi, izin mendirikan bangunan, dan izin gangguan di Badan Perizinan Pemkab Bojonegoro. PT Humpuss Patragas mendapatkan izin lokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.
Lokasi yang akan dipakai untuk pendirian pengolahan minyak mentah itu seluas 6 hektar. Lokasi terletak sekitar 20 kilometer dari lokasi Lapangan Banyuurip. [oel/mad]






