Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Selain jumlah tenaga kesehatan di Bojonegoro dinilai minim, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki tenaga yang ada juga dinilai kurang berkompeten. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro akan secara berkelanjutan melakukan upgraeding terhadap SDM tenaga medis di Bojonegoro tanpa terkecuali.
Menurut Kepala Dinkes Bojonegoro, Suhono selain peningkatan sarana pra-sarana, kompetensi SDM tenaga kesehatan yang ada juga perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pihaknya akan mengupayakan tindakan-tindakan terkait hal itu.
"Kita akan terus mengupayakan bagaimana agar dapat meningkatkan kualitas profesionalisme para tenaga medis," terang Suhono.
Ditambahkan, ada beberapa hal yang dilakukan untuk peningkatan tenaga ini. Diantaranya, pembinaan secara bertahap, pengawasan, perencanaan, pelaksanaan serta monitoring evaluasi dari semua kegiatan dan langkah tindak lanjut.
Selain itu, seleksi saat rekrutmen juga menjadi hal penting, sebab dari penjaringan awal itu bisa diukur SDM tenaga medis yang bertanggung jawab melayani hal-hal terkait kesehatan masyarakat.
Sementara, untuk kebutuhan tenaga perawat tahun 2012 ini, pihak Dinkes telah melakukan seleksi sebanyak 50 perawat. "Dalam seleksi kali ini tidak dilakukan tes. Meskipun begitu penilaian tetap dilakukan sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan," ungkapnya.
Karena tidak ada aturan harus dari Bojonegoro, maka seleksi dilakukan bebas, dengan tetap memprioritaskan putra/putri daerah. Dengan pertimbangan, bahwa honornya tidak banyak, maka diharapkan dari putra daerah, bahkan dari desa setempat.
"Khususnya untuk perawat Ponkesdes, SDM lokal mendapatkan kesempatan lebih tinggi, karena selain dirasa lebih ekonomis, diharapkan mereka bisa bekerja lebih maksimal," pungkasnya. [ana/lis]






