Reporter : Joel Joko
blokBojonegoro.com - Pasca aksi unjuk rasa warga di sekitar migas Blok Cepu kemarin, PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, mengklaim sudah melibatkan tenaga kerja lokal. Dijelaskan, jika sampai sekarang ini sekitar ada 104 tenaga kerja yang terlibat didalam perusahaan tersebut.
Site Manager PT TWU, Budi Setyono, kepada blokBojonegoro.com mengatakan, masalah tenaga kerja lokal selalu menjadi prioritas perusahaannya. Dari 104 tenaga kerja yang terdiri dari pekerjaan yang membutuhkan skill dan non skill. Diakui paling banyak menyerap tenaga non skill antaralain operator filling, security, maintanance dan tenaga kebersihan.
"Prioritas kita adalah masyarakat ring I yang tinggal disekitar perusahaan kami," ungkap Budi.
Sejak berdiri, TWU berusaha mendorong masyarakat untuk tumbuh, berdaya dan mengembangkan potensi sumberdaya lokal yang ada disekitar perusahaan. Sehingga keberadaahan TWU memberikan pembangunan secara adil, merata dan seimbang.
"Hanya saja, kebijakan rekruetmen tenaga kerja sepenuhnya dilakukan Pertamina," jelasnya.
Menanggapi tudingan masyarakat soal belum mengakomodir tenaga kerja? Budi menegaskan, pihaknya menjamin kalau ada kesempatan pasti akan disampaikan secara terbuka. Selama ini PT TWU mengambil minyak mentah dari lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, sebanyak 5.400 hingga 6.000 barel per hari. Minyak mentah itu lalu diolah dan dibeli oleh Pertamina. [oel/mad]






