Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Penduduk Kabupaten Bojonegoro yang telah memasuki masa lanjut usia (lansia) perlu mendapatkan penanganan tersendiri. Hal itu disampaikan dalam penilaian lapangan yang dilakukan oleh berbagai elemen lintas sektoral, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kemeterian Agama Provinsi Jawa Timur serta Tim Penilai Peduli Lansia Provinsi Jawa Timur, Jumat (25/5/2012).
Berdasarkan data yang diperoleh blokBojonegoro.com, jumlah lansia di Kabupaten Bojonegoro mencapai 4.788 jiwa. Dengan rata-rata jumlah per desa mencapai 301 jiwa.
Penanganan pemberdayaan lansia ini meliputi beberapa sektoral kebijakan, antara lain bidang keagamaan dan spiritual yang di dalamnya adalah pembentukan dan pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan sasaran 13.891 orang yang terdiri dari 138 kelompok. Program ini meliputi kegiatan penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan dan pencatatan dan laporan.
"Untuk di bidang kesehatan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi Puskesmas santun lansia, Posyandu lansia dan pelayanan Geriatri di Rumah Sakit (RS)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Hariyono.
Untuk di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi kegiatan unggulan adalah kelas kakek nenek yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Dander. Dari kelas ini diharapkan akan meningkatkan pemberdayaan kaum lansia. Namun, penanganan lansia ini belum tersentuh secara optimal karena belum memiliki media yang tepat dan formulasi dalam penanganannya.
Penghargaan ini diharapkan akan memicu kreatifitas dan kepedulian Bupati dan Walikota kepada kaum lansia. Terlebih lagi dalam sisi pemberdayaan lansia. Sementara, jumlah lansia di Jawa Timur mencapai 4,9 juta jiwa pada tahun 2009. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan tiap tahunnya.
Sehingga, pemerintah berupaya memberdayakan para lansia ini agar mereka bisa mendapatkan kehidupan lebih baik. Pemberdayaan ini meliputi keluarga dan lingkungan sehingga para lansia ini akan menjadi mandiri untuk kurun waktu satu sampai dengan dua dekade mendatang.
Kunjungan Tim Penilai Lansia di Kabupaten Bojonegoro ini untuk mengetahui bentuk kegiatan dan kepedulian serta kebijakan yang dilakukan Kabupaten Bojonegoro dalam penanganan lansia.
"Harapan utamanya adalah bagaimana kita memberdayakan lansia agar mandiri dan memiliki daya guna," kata perwakilan Tim Penilai Lansia Tingkat Provinsi, Suryadi Soewito. [ana/yud]






