Pendidikan Pancasila Jangan Cuma Hapalan
Jumat, 01 Juni 2012 09:00:15 Pendidikan Pancasila Jangan Cuma Hapalan

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Pendidikan Pancasila seharusnya diyakini dapat menjadi sarana penanaman nilai-nilai hidup bersama dalam keberagaman. Terpinggirnya pendidikan Pancasila saat ini menurut Aktivis Sekolah Tanpa Batas, Bambang Wisudo, tak bisa dilepaskan dari persoalan guru.

Bambang menilai, kemampuan guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara umum masih sangat terbatas. Hal itu ditandai dengan penguasaan pengetahuan umum, pengetahuan tentang subjek yang diajarkan, dan keterampilan mengajar yang rendah, membuat manuver guru di dalam kelas menjadi semakin terbatas.

"Di lain pihak, pemerintah dan birokrasi pendidikan terlalu melakukan banyak intervensi yang cenderung merampas otoritas guru," ujarnya di Jakarta Jumat (01/06/2012).

Otoritas yang sempit itulah, kata dia, yang akhirnya memaksa para guru mengikuti secara kaku kurikulum resmi yang begitu padat. Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan sangat miskin kreativitas dan inovasi, serta dijejali dengan materi hapalan.

Menurutnya, metode pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan saat ini terlalu konvensional, yakni menggunakan metode ceramah, menyalin dan mengerjakan soal-soal. Bahkan di banyak sekolah, para pengajar pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan buka guru yang sesuai dengan bidang studinya.

"Pembelajaran Pancasila yang kreatif dan mengasah daya kritis hanya bisa dilakukan oleh guru yang memiliki reportoar luas. Kontrol yang rendah akan rentan membuat pendidikan Pancasila disalahgunakan dan kehilangan daya transformatifnya," paparnya.

Persoalan lain menurut Bambang adalah tidak popularnya pilihan menjadi guru pendidikan Pancasila. Hal itu juga dipicu oleh lembaga pendidikan guru yang lebih banyak mempersiapkan calon guru menjadi operator dalam proses pembelajaran, bukan sebagai agen intelektual.

"Lembaga pendidikan guru belum bisa menarik lulusan terbaik dari sekolah menengah, dan menjadi guru adalah pilihan terakhir," katanya.[ang]

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/01/08493576/Pendidikan.Pancasila.Jangan.Cuma.Hapalan

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Rabu, 22 Mei 2013 17:30:34 Sumbang Buku, HCB Sambang Kantor bB
    Sebagai wujud partisipasi dalam perkembangan pendidikan din minat baca di Bojonegoro, Hijabers Community Bojonegoro (HCB) tergerak untuk menyumbangkan buku dalam acara Hibah Sejuta Buku. Terbukti, Rabu (23/5/2013) hari ini, perwakilan dari HJB langsung datang ke kantor blokBojonegoro Media di Jalan Lisman, Gang Baru V Nomor satu.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Senin, 20 Mei 2013 13:30:55 Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air
    Banyaknya ragam kemasan air mineral yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk belakangan memunculkan rasa keingintahuan anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama (MINU) unggulan Walisongo Sumberrejo. Para siswa penasaran bagaimana proses pembuatan air mineral serta penyaringan hingga layak dikonsumsi.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 12 Mei 2013 21:46:11 Tabloid bB Edisi Mei 2013
    Menjelang ulang tahun ke dua blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro), awak redaksi bB Media, panggilan akrab oleh Blokers, menyuguhkan sesuatu yang menarik dan unik di balik gemerlap industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kota Ledre. Dengan tema besar Investigasi, âKampung Kreatif yang Galauâ, diketengahkan prospek ekonomi kerakyatan yang sebenarnya pa ...