Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang sering menjadi langganan banjir menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Direncanakan akan dibangun tempat penampungan atau shelter yang dilengkapi jalur evakuasi, jalur pengiriman logistik, alat transportasi beserta dengan fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan pada daerah rawan Banjir. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya melaksanakan perencanaan pengaturan kawasan banjir di Kota Ledre ini.
Ada tiga kecamatan yang tercatat sebagai daerah rawan banjir. Diantaranya, Kecamatan Malo, Trucuk dan Kalitidu. Seperti, Desa Trucuk, Desa Sranak, Desa Guyangan, Desa Mori dan Desa Kandangan serta Desa Sumbangtimun. Sebab, daerah tersebut merupakan wilayah rawan banjir karena berada dekat dengan Bengawan Solo.
"Selain itu adapula Desa Kanten, Desa Sumberejo, Desa Malo dan Desa Pilangsari yang nantinya akan menjadi titik-titik kegiatan, baik itu shelter atau tempat penampungan dan pengungsian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto.
Sebelum pelaksanaan program, diawali dengan pelaksanaan beberapa kegiatan awal antara lain study awal baik topografi, geologi dan lain sebagainya. Dan dilanjutkan dengan menyusun detail desain shelter beserta kelengkapannya. [ana/lis]






