Reporter: Desi Sabrina E
blokBojonegoro.com - Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengubah skema interkoneksi SMS dari Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (cost-based) membuat operator seluler mengurangi bahkan menghapus bonus SMS gratis.
Misalnya di kartu IM3 produk Indosat. Bila dulu pengguna mengirim dua SMS sehari, maka akan mendapat bonus gratis 1000 SMS ke semua operator selama 24 jam. Tapi sekarang bonus itu dikurangi menjadi 100 SMS saja. Itupun dibatasi waktu dan beberapa ketentuan lain.
"Khusus pulsa di atas Rp5000, gratis 100 SMS dari pukul 00.00 hingga 11.00 WIB. Setelah waktu yang tertentu sudah lewat, pelanggan harus mengirim dua SMS lagi agar dapat 100 SMS. Itupun hanya berlaku untuk jam 11.00 sampai 17.00 WIB. Kemudian yang terakhir juga sama perosesnya. Setelah melewati batas ketentuan, pelanggan juga mengirim dua SMS lagi untuk mendapat bonus 100 SMS sampai jam 12 malam," kata salah satu karyawan Sagita Cell, Aristiandari.
Kebijakan lain juga diterapkan XL menyikapi peraturan Menkominfo itu. Kalau dulu XL punya layanan paket SMS, sekarang produk itu sudah tidak ada. Biaya per SMS juga masih tetap Rp150.
Sementara itu, saat ini penjualan kartu perdana seluler juga masih stabil. Untuk operator besar seperti Telkomsel, Indosat dan XL, Tian mengaku bisa menjual hingga 200 buah. Sementara untuk operator kecil, penjualannya berada di kisaran 100 perdana.
Seperti diketahui, Menkominfo mengubah skema tarif interkoneksi SMS menjadi berbasi biaya (cost-based). Dengan skema ini, operator pengirim SMS harus berbagi pendapatan sebesar Rp23 per SMS dengan operator penerima SMS. [eci/yud]
Ilustrasi: net






