Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy
blokBojonegoro.com - Adanya kabar evaluasi dari Kementerian ESDM terkait desalinasi, atau penyulingan air laut menjadi air tawar, untuk memenuhi kebutuhan air bagi produksi puncak Blok Cepu dibantah BP Migas. Sampai saat ini pihaknya tetap berpegang pada kesepakatan lama.
Menurut Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP-Migas Pusat Gde Pradyana, sampai saat ini pihaknya pada aturan bahwa untuk injeksi air pada produksi puncak Blok Cepu tetap menggunakan sistem 50%-50%. Artinya, sebagian diambilkan dari sungai bengawan solo sebagian lagi melalui desalinasi. "Kami kok belum mendengar soal itu (evaluasi desalinasi) dari ESDM. Dan soal desalinasi tetap seperti kesepakatan yang dulu," katanya.
Menurutnya, kalaupun jadi ada perubahan tentu sudah menjadi berita besar. Ia optimis proyek Blok Cepu berjalan sesuai rencana awal dan tetap bisa mencapai produksi puncak pada 2014 nanti.
"Kami lihat masih sesuai jadwal, saya optimis bisa onstream meski informasinya sempat mendapat penolakan dari masyarakat," kata Gde.
Seperti diberitakan sebelumnya, isu desalinasi sempat muncul setelah Bupati Bojonegoro Suyoto menghadap ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di Jakarta. Pasca pertemuan itu Suyoto menyampaikan bahwa desalinasi akan dievaluasi oleh Kementerian. Meski belum ada keputusan final apakah desalinasi akan dihapus. [roz/ang]






