Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Sebanyak 2.580 kader Keluarga Berencana (KB) mengikuti acara Jambore Petugas Lini Lapangan di Alun-alun kota Bojonegoro, Selasa (3/7/2012). Kegiatan jambore ini diisi dengan berbagai kegiatan. Antara lain, lomba cerdas cermat yang diikuti oleh seluruh petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang terbagi dalam lima wilayah. Diantaranya, wilayah Tambakrejo, Bojonegoro, Padangan, Baureno dan Trucuk. Acara ini juga dirangkai sosialisasi Undang-undang Nomor 52 tahun 2009.
Disampaikan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Anik Yuliarsih bahwa Bojonegoro mengalami kekurangan jumlah petugas yang mencapai 127 orang. PLKB saat ini hanya ada 88 orang yang harus melayani 413 desa yang ada di seluruh wilayah Bojonegoro. "Namun, meski jumlah jauh dari kata berimbang, petugas PLKB senantiasa memaksimalkan kinerja di lapangan," kata Anik dalam sambutannya.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto beserta istri, Mahfudhoh Suyoto, BKKBN Propinsi Jawa Timur, Suhartatik, Wakil Ketua TP PKK, Siti Asminarti Setyo Hartono, Ketua DWP, Ani Suhadi Mulyono serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi kinerja para petugas KB melalui semua program yang dicanangkan. Baik pada program BKB Balita, BKB Remaja, BKB Lansia, PIK dan PIR serta UPPKS.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro itu, ada dua tantangan masalah kependudukan yang dialami saat ini. Yakni, bagaimana mengendalikan jumlah penduduk dan upaya untuk meningkatkan kualitas kependudukan. "Hal yang menyedihkan manakala mereka yang memiliki anak dalam jumlah banyak dan hidup dibawah garis kemiskinan," kata Suyoto. [ana/lis]






