Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) akan semakin memperketat pengawasan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bojonegoro 2012. Terlebih pengawasan ketat pada pihak incumbent yang akan mencalonkan lagi. Sebab, dikhawatirkan rawan kecurangan serta rawan penggunaan fasilitas negara dalam kampanye.
Hal itu disampaikan Ketua Panwaslukada, Mulyono, menurutnya sesuai regulasi yang ada incumbent yang akan mencalonkan lagi harus mengajukan cuti sesuai jadwal kampanye yang telah ditentukan. "Kalau masalah kawasan abu-abu itu urusan masing-masing," katanya.
Yang pasti, pada saat menggelar kampanye, incumbent dilarang keras menggunakan fasilitas negara dan telah memiliki bukti cuti. Sebab, apabila tetap menggunakan fasilitas negara akan ada tindakan yang akan diambil oleh Panwas. Bahkan, bisa pelanggaran tersebut bisa masuk ke ranah pidana.
Netralitas merupakan salah satu faktor terberat yang harus diemban oleh Panwaslukada. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam pertemuan bersama Forum Komunikasi Umat Agama (FKUB), Selasa (3/7/2012).
Selain itu, Panwaslukada juga meminta dukungan dari pihak FKUB untuk membantu mengkondisikan seluruh elemen masyarakat agar tercipta Pemilukada yang aman dan kondusif. "Kami minta bantuan dari unsur tokoh umat beragama yang ada di FKUB ini," kata Mulyono.
Koordinasi ini juga sebagai bentuk pengawasan preventif sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, juga agar bisa bersikap netral untuk mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang ada. "Bersikap netral itu yang paling berat, karena terkadang harus berbenturan dengan saudara dan kepentingan-kepentingan lain," imbuhnya. [ana/lis]






