Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy
blokBojonegoro.com - Harapan besar terhadap pasokan minyak dan gas (Migas) skala nasional tertumpu pada proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro.
"Proyek itu yang ditunggu-tungggu banyak orang," ujar Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP-Migas), Gde Pradnyana yang baru dilantik Jumat (20/7/2012).
Apa yang diungkapkan Gde cukup beralasan. Sebab, muntahan minyak mentah yang diperkirakan mencapai 165.000 barel per hari (bph) dari kandungan Lapangan Banyuurip dikhawatirkan mengalami penundaan. "Start-nya memang sempat telat," ungkapnya.
Sementara itu, target pemerintah untuk memenuhi 930.000 bph dirasa masih sulit. Sehingga target itu diturunkan menjadi 905.000 bph.
Namun ke depan dengan adanya produksi minyak Banyuurip, Blok Cepu, diharapkan bisa mencapai 1 juta bph per hari minyak nasional.
Pihaknya berkeyakinan selama keberlangsungan proyek tetap sesuai jadwal yang ada, ia tetap optimistis targetnya bisa tercapai. "Proyek sedang berjalan, mobilisasi alat berat juga sudah, yang penting masih sesuai jadwal," tegas Gde.
Terkait gejolak sosial yang terjadi, lanjut Gde, pihaknya lebih mempercayakannya kepada pemerintah daerah setempat. Menurutnya, semua persoalan yang belakangan terjadi merupakan dinamika di masyarakat dan hanya bagian dari persoalan teknis.
"Itu hanya masalah teknis saja. Asalkan tidak benar-benar menghambat, kita optimistis proyek tetap onstream di tahun 2014," pungkas mantan Kepala Divisi Security Formalitas BP-Migas ini. [roz/yud]
Foto: net






