Reporter: Athok Moch Nur Rozaqy
blokBojonegoro.com - Kontroversi penggunaan air guna kepentingan proyek minyak dan gas bumi (Migas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu tidak hanya pada proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 1, namun juga pada sistem desalinasi untuk injeksi puncak produksi nanti.
Kepada blokBojonegoro.com, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan, sistem desalinasi dinyatakan masih belum mencapai final dan masih dilakukan pembahasan ulang. "Sampai saat ini masih dibahas di BP-Migas," ujar Rexy.
Ia menuturkan, dalam penggunaan air untuk produksi puncak nanti, operator diharuskan memiliki cadangan air hingga lima bulan pada musim kemarau. "Pada musim hujan nantinya, air itu juga akan kita tampung," jelas Rexy.
Mengenai bagaimana hasil akhirnya, pihak operator mengatakan pada prinsipnya jangan sampai ada kendala di tengah jalan. "Bagi kami yang terpenting continue dan harga yang ditawarkan ekonomis," ucapnya.
Sebelumnya, sistem desalinasi itu juga sudah pernah dibahas dan sesuai Plant of Development (PoD) tahun 2006 lalu. Dimana dalam sistem desalinasi tersebut telah disepakati sebagian diambilkan dari Bengawan Solo dan injeksi air laut. [roz/yud]






