Masyarakat Masih Bingung Pelayanan Jampersal
Jumat, 03 Agustus 2012 17:00:40

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Meski sudah berjalan setahun lebih,  ternyata masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang layanan persalinan gratis yang diberikan negara. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari pihak Askes setempat kepada masyarakat mekanisme dan prosedur penggunaan Jaminan Persalinan (Jampersal).

Bahkan yang sering terjadi, pihak rumah sakit menolak ibu hamil yang datang menggunakan Jampersal tanpa memberikan penjelasan sedikitpun mengenai prosedur Jampersal.

Asumsi masyarakat yang telah memiliki kartu jampersal, mereka bisa langsung periksa kandungan dan melahirkan di Rumah Sakit tanpa dibebankan biaya. Padahal untuk mendapat pelayanan Jampersal di Rumah Sakit ini, banyak proses yang dilalui oleh setiap Ibu hamil.

“Ternyata realisasinya dilapangan itu tidak ada sama sekali. Buktinya kami masih harus membayar biaya persalinan sebesar Rp 1 juta," ungkap Warijah, warga Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan, Tuban.

Warijah menyayangkan pihak rumah sakit yang tidak mau menjelas apa saja syarat untuk mendapat Jampersal. Keluarganya mengira kalau melahirkan saat ini sudah bisa gratis dengan cukup datang ke RSUD lalu membawa kartu jampersal atau KK dan KTP sudah pasti dilayani tanpa dikenakan biaya. Tapi bagaimana mendapatkan layanan gratis kalau warga sama sekali tidak mengetahuinya?

Terpisah, Direktur RSUD Sosodoro Jatikusumo, Sunhadi mengatakan program Jampersal berlaku untuk warga Bojonegoro dan luar Bojonegoro. Asalkan ada surat rujukan dan identitas yang masih berlaku bisa mendapat layanan jampersal.

Masyarakat kini tidak usah khawatir memikirkan biaya persalinan. Sejak tahun lalu, pemerintah telah menggulirkan program Jaminan Persalinan (Jampersal), di mana ibu-ibu hamil bisa mendapatkan layanan kesehatan dan persalinan yang biayanya dijamin pemerintah.

Program Jampersal terbuka bagi seluruh ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi-bayi baru lahir tanpa memandang strata sosialnya, sepanjang yang bersangkutan belum memiliki jaminan persalinan.

Berbeda dengan program Jamkesmas yang kepesertaannya ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan kriteria miskin, namun peserta program Jampersal cukup mendaftar ke Puskesmas dan jaringannya, atau bidan praktik swasta yang sudah menjalin kerjasama untuk melayani peserta Jampersal.

"Syaratnya pun mudah, yakni dengan menunjukkan identitas diri dan membuat pernyataan tidak mempunyai jaminan atau asuransi persalinan," ungkap Sunhadi.[Oel]

Komentar Pembaca
  • Minggu, 05 Agustus 2012 14:15:18 Wonk Deso
  • Syaratnya mudah!!! tapi kejadian dilapangan sangat berbeda jauh dengan apa yang menjadi harapan besar masyarakat "hidup sehat, sejahtera dan makmur" harus sampai kapan masyarakat tetap harus menderita.

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
Redaksi
Sabtu, 25 Mei 2013 16:30:55 Mbak Ana FKB DPRD Tuban Hibah Buku Mbak Ana FKB DPRD Tuban Hibah Buku
Hibah Sejuta Buku dalam rangkaian Ultah blokBojonegoro Media ke 2 masih dibuka lebar. Bahkan, kali ini anggota FKB DPRD Tuban, Khozanah Hidayati jauh-jauh datang ke kantor redaksi bB.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Senin, 20 Mei 2013 13:30:55 Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air
Banyaknya ragam kemasan air mineral yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk belakangan memunculkan rasa keingintahuan anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama (MINU) unggulan Walisongo Sumberrejo.
Info Tabloid bB
Minggu, 12 Mei 2013 21:46:11 Tabloid bB Edisi Mei 2013
Menjelang ulang tahun ke dua blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro), awak redaksi bB Media, panggilan akrab oleh Blokers, menyuguhkan sesuatu yang menarik dan unik di balik gemerlap industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kota Ledre. Dengan tema besar Investigasi, âKampung Kreatif yang Galauâ, diketengahkan prospek ekonomi kerakyatan yang sebenarnya pa ...