IPM Bojonegoro di Bawah Tuban dan Lamongan
Jumat, 05 Oktober 2012 18:00:28 IPM Bojonegoro di Bawah Tuban dan Lamongan

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Peringkat Indeks Pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro 2008-2011 paling rendah dibanding daerah sekitar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro menyebutkan IPM Bojonegoro tahun 2011 sebesar 68.33.

Dibandingkan dengan tiga kabupaten sekitar, yakni Tuban, Lamongan Gresik Bojonegoro menempati peringkat paling bawah. Meski menurut UNDP, jika nilai IPM antara 66 hingga 80, maka tergolong menengah ke atas.

Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, membangun IPM membutuhkan proses yang panjang. Ada empat variabel yang diperlukan mendongkrak IPM antaralain lama belajar di sekolah, kemiskinan, harapan hidup, dan daya beli.

Sementara sejarah Bojonegoro adalah sejarah kemiskinan. Karena itu sejak 1900, IPM Bojonegoro terendah. Bupati menyatakan setelah urusan nol ke plus pembangunan Bojonegoro, maka pihaknya baru akan fokus membangun IPM.

"Karena ini akan menjadi pintu lompatan perbaikan kesejahteraan rakyat Bojonegoro," ujarnya Jumat (5/10/2012).

Menurut dia, jika IPM semakin baik, maka secara otomatis sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro juga semakin baik. Pembangunan manusia menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). "IPM menjelaskan tentang bagaimana manusia dapat mengakses hasil dari suatu proses pembangunan," katanya.[oel/ang]

Komentar Pembaca
  • Selasa, 09 Oktober 2012 11:06:01 Fariz FM
  • jare melebihi lamongan oh iyo lebih rendah maksute

  • Senin, 14 Januari 2013 13:01:47 supiyatno
  • sulit untuk merubah nasib wong bojonegoro, selain adanya kungkungan budaya yang menyesatkan, masyarakat samin bojonegoro dg prilakunya yang kurang terbuka dan kurang dapat mengikuti modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, juga adanya prilaku pejabat, dan elit politik yang tertutup dan koruptif serta upaya birokrasi terhadap pembodohan terhadap rakyatnya

  • Rabu, 20 Maret 2013 22:10:50 eka aditya nurrahman
  • kurang kompetitifnya kepala daerah kab. bojonegoro untuk merubah itu semua demi kelangsungan hidup masyarakat bojonegoro. bukan karena sejarah kemiskinan tetapi masih kurang realitisnya kepala daerah dalam mewujudkan itu semua. dan hanya umbararn janji semata yang terucap saat kampanye? bisa dicontohkan saja kalau bangunan sekolah yang bisa diliat bahwa kurang pantas buat aktifitas belajar yang dimana ada sekolahan yang lahannya sempit, bangunannya kurang pantas (hampir roboh atau kayak kandang sapi) dan pengajarnya kurang juga (kuantitasnya dan kualitasnya). karena dari fasilitas yang mumpuni akan menciptakan SDM yang SIAP SAJI. kalau dari itu saja belum ada perubahan maka selamanya sejarah kemiskinan akan terus menempel pada kab. bojonegoro sampai kiamat tiba.

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Minggu, 03 Januari 2016 07:55:20 Uniknya Balap Ulat di Tuban
Balap sepeda atau balap merpati sudah menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Namun perlombaan satu ini mungkin satu-satunya yang pernah ada di dunia, yaitu balap ulat daun jati. Lomba Unik itu diadakan masyarakat Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hutan.
Redaksi
Jumat, 04 Desember 2015 13:30:00 Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB
Crew Media Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan(IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Sinergi mengunjungi kantor Redaksi blokBojonegoro Media (tabloid blokBojonegoro & blokBojonegoro.com) di Jalan MT Haryono, Ruko Permata Jetak No. 5A Bojonegoro, Jumat (4/12/2015).
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 06 Februari 2016 21:30:13 Diskusi OBOR PAC GP Ansor Gayam Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi
Ramainya faham-faham radikal yang berkembang di masyarakat, dan adanya seruan dari ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj, bahwa Indonesia dalam keadaan darurat wahabi. Hal itu mendorong sahabat-sahabat PAC GP Ansor Gayam dalam kegiatan kajian rutin OBOR (Obrolan Bareng Ansor), yang secara spesifik mengusung tema 'Mengupas Ekstrimisme Faham Wahabi dan Tantangan Bagi Kaum Nahdliyin' yang bertempat di masjid al-Muttaqin, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...