Kenapa Sebagian Masyarakat Memilih Golput?
Senin, 12 November 2012 16:00:55 Kenapa Sebagian Masyarakat Memilih Golput?

Oleh: Imam Hambali

Pada 10 November 2012, masyarakat Bojonegoro melakukan pesta demokrasi yaitu momen Pemilihan Umum Kkepala Daerah (Pemilukada) 2012. Dalam pemilihan tersebut terdapat lima pasangan calon yang mencalonkan diri sebagai orang nomor wahid di kabupaten ini.

Mereka adalah Suyoto-Setyo Hartono (ToTo), M Thalhah-Budiyanto, Moh Choiri-Untung Basuki (Choirun), Sarif Usman-Syamsiah Rahim (SaSa), dan Andromeda Qomariah-Sigit Budi (DaDi).

Namun dari pemungutan suara pada Pemilukada kali ini angka golput (golongan putih) masihlah tinggi. Data sementara sesuai yang ditulis blokBojonegoro.com sekitar 28% golput. Yang menjadi pertanyaan di benak kita, Apa yang mendasari masyarakat Bojonegoro memutuskan untuk golput'? Benarkah golput cermin tidak menghargai demokrasi? Lalu apa yang diinginkan masyarakat Bojonegoro?

Mengurai Makna Golput

Walaupun banyak deskripsi tentang golput, namun  jarang ada penjelasan detil tentang golput. Entah penjelasannya yang belum sampai ke mata dan pikiran saya atau mungkin saya yang kurang serius mencari penjelasan tentang golput. Di wikipedia misalnya, belum ada ulasan tentang Golput.

Banyak kalangan  yang berpendapat, “Golput adalah orang-orang yang tidak menentukan pilihan pada pemilihan umum. Ada yang bilang golput menciderai demokrasi dan seterusnya”. Namun tak sedikit pula yang beranggapan golput diartikan sebagai orang-orang yang memilih untuk tidak memilih.

Bahkan banyak teman aktivis kampus mengatakan kalau kita diwajibkan (mau tidak mau) untuk memilih calon yang ada, apa itu sama saja dengan mengartikan demokrasi sebagai bentuk pemaksaan?. Paling tidak memaksa rakyat untuk memilih. Kalau demikian halnya, lalu dimana letak kemerdekaan demokrasi? Akan tetapi menurut saya perbedaan merupakan rahmat jika difahami secara benar.

Bagaimana Perilaku Pemilih Golput di Bojonegoro?

Sejak Pemilukada 2007 lalu, jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 28% dari jumlah 994.052 orang yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu juga sama dengan apa yang  terjadi pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 dengan jumlah DPT 1.010.377 orang.

Sedangkan, DPT pada Pemilukada kali ini sebanyak 1.038.376 pemilih, dengan jumlah pemilih yang  hadir sebanyak 737.760 pemilih, dan yang memilih untuk golput  mencapai angka yang fantastis yaitu  sebanyak 300.616 atau jika dipersentasekan sekitar 28%. Sekali lagi ada apa dengan perilaku memilih masyarakat Bojonegoro?

Golput, Salah Atau Benar?

Banyak referensi yang mengulas tentang perilaku golput. Teori Mazhab Michigan misalnya menekankan pada faktor psikologis pemilih. Artinya penentuan pemilihan masyarakat banyak dipengaruhi oleh kekuatan psikologis yang berkembang dalam dirinya yang merupakan akibat dari proses sosialisasi politik. Sikap dan perilaku pemilih ditentukan oleh idealisme, tingkat kecerdasan, faktor biologis dan kriteria kandidat yang mencalonkan diri.

Sehingga jika menurut psikologi seseorang (pemilih) jika tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan maka akan ditinggalkan. Dan jika banyak calon yang muncul tidak menawarkan hal yang sesuai hati pemilih itu maka besar kemungkinan jika orang itu memilih golput.

Banyak hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa banyak juga orang yang golput dengan dasar ideologi yang kuat. Baik ideologi yang bertolak belakang dengan demokrasi itu sendiri maupun yang sangat menjunjung faham demokrasi. Dan inilah yang disebut "Golput tapi berpolitik”. Banyak hal memang yang meyebabkan setiap orang untuk memilih atau tidak memilih pada Pemilukada Bojonegoro kali ini.

Seperti sikap apatis masyarakat. Sikap tersebut dilakukan bukan karena tanpa alasan. Kalau penguasa berkoar-koar rakyatnya supaya tidak golput dan bersikeras mengajak rakyat untuk memilih sebagian masyarakat mengatakan jika itu 'percuma' saja. Percuma, karena rakyat sekarang mulai tidak mudah dibodohi.

Selanjutnya, banyak juga kalangan yang Golput berdasarkan ideologisnya. Masyarakat yang golput karena alasan ideologi terkadang ada yang menganggap lebih berpolitik dibandingkan orang-orang yang berprinsip “mau tidak mau, ya pilih aja yang ada” yang berakibat pada Kebobrokan-kebobrokan para penguasa dan lingkungan yang setiap hari selalu menghiasi pendengaran kita.

Namun, berdasarkan uraian saya tadi, haruskah kita menjustifikasi pilihan 'Golput' adalah pilihan yang benar atau sebaliknya? Kalau dapat diambil sisi positifnya, sudah seharusnya semua elemen untuk benar-benar menancapkan sikap pada diri untuk membangun Kabupaten Bojonegoro kedepan. Yang jadi pemimpin bersikaplah lebih merakyat, dalam arti tahu apa yang dirasakan rakyat,tau apa yang diderita rakyat, serta konsisten untuk menepati semua yang dijanjikan kepada rakyat.

Banyaknya 'Golput' juga bukan sepenuhnya tanggung jawab  penyelenggara Pemilukada seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja, akan tetapi hal ini harus lebih bisa difahami secara komprehensif. Karena hal itu perlu dilakukanya sinergitas antar semua elemen baik itu Pemkab, Legislatif, Maupun masyarakat Bojonegoro.
Salam Bojonegoro .....!!!


Penulis adalah Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Sunan Giri Bojonegoro 2012 dan Anggota Kajian Politik Jawa Timur.

Komentar Pembaca
  • Senin, 12 November 2012 16:10:06 sahan asyari
  • Golput adalah bagian dari demokrasi, karena golput adalah sebuah pilihan.pilihan untuk tdak memilih karena berbagai alasan.

  • Senin, 12 November 2012 23:09:17 sorohon kuniran
  • golput orang yang kecewa dengan politik2 selama ini hanya mementingkan dirinya sendiri dan kelompoknya, berbagai macam cara dilakukan untuk meraih kemenangan, batas halal haram sudah tidak tahu, yang penting menang bisa berkuasa...golput adalah orang yang jujur yg ngerti kalau semua hanya pembodohan duniawi, hidup GOLPUT

  • Selasa, 13 November 2012 12:37:05 taurus
  • sensasi bukan di sini tempate diatas panggung lebih trend.. golput itu tidak mempengaruhi penntuan siapa yag jadi bupati,, kememngan dihtung dari suara terbnyk dari pencblos.

  • Rabu, 14 November 2012 18:40:32 abdul khalik
  • Golput???? He he he...keren!!! Itu tandanya masyarakat tidak mau dijanji lagi pak,alias sudah kewarekan sm janji politik tanpa ada realisasi

  • Jumat, 16 November 2012 21:27:36 kuntoro
  • mendingan golput ae klu mnurutku dr pd melihat para cabub wajahx jg sama2 g enak di pandang wong seng dadi sopo2 yo masyarakat cilik yo ora patek di urusi

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
Redaksi
Senin, 22 September 2014 00:00:09 Lowongan Tenaga Layouter Lowongan Tenaga Layouter
Manajemen blokBojonegoro Media mengajak pemuda potensial, untuk bisa bergabung melalui karya nyata. Dengan kompetensi di bidang: Layouter (Kode LO)
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 25 Oktober 2014 21:30:58 Terbangkan Lampion Peringati 1 Muharram Terbangkan Lampion Peringati 1 Muharram
MI Nahdlatul Ulama Walisongo Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengadakan Malam Bina Insan dan Taqwa (MABIT) dalam rangka menyongsong Tahun Baru Hijriyah
Info Tabloid bB
Selasa, 01 Juli 2014 09:51:00 Tabloid bB Edisi Juli 2014
Pada Juli 2014 atau bertepatan bulan dimana koperasi berdiri, awak redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin mengupas bagaimana koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Itu sesuai dengan prinsip yang ditanamkan sejak mulai digulirkan. Melalui tema besar di rubrik Investigasi “Koperasi atau Koper Isi” ingin digambarkan secara utuh bagaimana masyarakat disatu sisi terbantu dengan keber ...