Taman Wisata Sariyo, Wahana Wisata Murah Meriah
Minggu, 18 November 2012 20:00:47 Taman Wisata Sariyo, Wahana Wisata Murah Meriah

Reporter: Desi Sabrina Ekawati

blokBojonegoro.com - Tak banyak yang mengenal Taman Wisata Sariyo (TWS) sebagai bagian dari kekayaan wisata Bojonegoro. Maklum, letaknya yang jauh dari pusat Kota Bojonegoro membuat taman TWS tak sepopuler Bendung Gerak atau Wanatirta Dander.

Padahal, sebagai  taman wisata, TWS bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Sebab, TWS menyediakan berbagai macam tempat hiburan dan wisata.

Bagi yang belum tahu letak TWS, tempatnya cukup mudah dijangkau, terlebih bagi para pelancong yang sudah sering pergi ke Kabupaten Ngawi melalui Kecamatan Padangan. Rute TWS bisa diawali dari tanda arah ke selatan usai melintas rel kereta api setelah perempatan Padangan.

Tidak ada tanda-tanda khusus memang, tetapi setelah berjalan sepanjang 8 Kilometer, hingga sampai di Desa Purworejo, Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Di desa inilah, terdapat wisata TWS.

Menurut Manajer TWS, Tamzil, TWS pada awalnya di desain untuk small water boom. Namun, seiring berjalannya waktu, hingga kini sedikit demi sedikit mulai terdapat penambahan fasilitas. Di antaranya ada sarana kebugaran yang terdiri dari tempat olahraga renang, panjat tebing dan futsal. Ada juga sarana bermain, seperti waterboom dan becak air serta wisata memancing dan kuliner.

"Sekarang sudah agak bertambah fasilitasnya, tidak hanya kolam renang. Tetapi sudah ada sarana futsal, becak air, flying fox dan ada tempat olahraga panjat tebing, dan masih banyak lagi," katanya.

Ditambahkan, TWS dibangun pada akhir tahun 2008, dan mulai dibuka pada awal 2009. Sejak awal berdirinya, taman wisata ini telah dirancang sebagai wahana serbaguna bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Selain itu, ada juga beberapa penjual makanan dan restoran mini sebagai pelengkap jika pengunjung ingin sekadar mengisi perut.

Belakangan, taman seluas 1,4 hektare ini juga berkembang menjadi tujuan wisata bagi warga di luar Kabupaten Bojonegoro. Jangan kira TWS ini hanya sebuah kolam di perbukitan yang isinya ada penampung air yang kosong. Pengunjung akan disuguhi pemandangan-pemandangan alami hutan sejak berjalan menuju wahana wisata. Setiap kali menengok ke sebelah kanan jalan terdapat beberapa binatang hutan jenis monyet dan Burung Merak, yang menambah keasrian panorama. 

"Wisatawan dapat duduk di pinggir kolam yang disediakan gazebo. Serta bisa juga berteduh dibawah pohon sembari menikmati pemandangan TWS.  Di dalam TWS juga ada beberapa jenis tanaman buah seperti kelengkeng dan mangga," jelas Tamzil, pria asal Kecamatan Padangan ini.

TWS juga merupakan pilihan lokasi yang tepat untuk anak-anak. Di sini ada sebuah taman bermain air dengan berbagai wahana. Harga tiket monorel ini hanya Rp5.000 untuk satu orang, dan tarif tiket masuk untuk hari libur bisa meningkat menjadi Rp7.000/orang. Nah, murah meriah kan? Jika berkenan, silakan datang untuk menikmati. [eci/lis]

Komentar Pembaca
  • Senin, 19 November 2012 00:04:25 tamzilmuhyor
  • terima kasih untuk mbak desi untuk bantuan nya

  • Senin, 19 November 2012 00:13:06 tamzilmuhyor
  • trim informasinya

  • Senin, 19 November 2012 00:13:15 tamzilmuhyor
  • trim informasinya

  • Senin, 03 Desember 2012 18:45:28 ayu lestari
  • wahhh,,,murah sekali,, tempat nya juga sepertinya nyaman dan asik,,, gaa sabar mau maen kesana .... taun baru seruuu n rame kayaknya,,,,

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Rabu, 16 Maret 2016 06:28:41 Lezatnya Kuliner Kepiting Sawah
Berbicara tentang kepiting, yang muncul dipikiran Anda pasti hewan laut bercangkang keras dan banyak disajikan di warung-warung seafood tepi jalan. Namun apakah Anda pernah mencoba menu kuliner kepiting sawah atau biasa disebut yuyu?
Redaksi
Minggu, 15 Mei 2016 10:00:13 Gerakan Bojonegoro Menulis Gerakan Bojonegoro Menulis
Perkembangan ekonomi Kabupaten Bojonegoro cukup pesat. Hal itu tak lepas dari produksi minyak di Blok Cepu yang mencapai puncak 165.000 barel perhari (bph). Ladang Blok Cepu berada di wilayah selatan Bojonegoro. Industri migas itupun berdampak di bidang lain, mulai sosial, politik, pariwisata, dan pendidikan.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 28 Mei 2016 16:00:11 Lestarikan Budaya Islam, IPNU Kasiman Dukung Hadrah Rutinan Lestarikan Budaya Islam, IPNU Kasiman Dukung Hadrah Rutinan
Seni hadrah sudah dikenal sebagai salah satu bentuk kesenian yang menjadi bagian dalam melakukan penyebaran ajaran agama Islam. Seni inipun diketahui sudah digunakan oleh para ulama sejak jaman dahulu dalam berdakwah. Dengan melestarikan seni ini, diharapkan nilai dari ajaran Islam semakin dapat dirasakan-melalui pendekatan budaya-oleh seluruh masyarakat. Hal tersebut juga menjadi ihtiyar yang dilakukan oleh Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...