Kerajinan Gerabah di Kecamatan Malo
Kampung Rendeng Itu Mulai Ditinggal Perajin Gerabah
Selasa, 20 November 2012 14:00:50 Kampung Rendeng Itu Mulai Ditinggal Perajin Gerabah

Perajin gerabah di Kecamatan Malo, Bojonegoro tetap bertahan dalam kondisi apapun. Mereka mengeluh menipisnya modal. Sapra'un (51) adalah satu dari sekian banyak perajin gerabah. Ia berharap gerabah mendapat perhatian dan bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Datang ke Kecamatan Malo kurang lengkap jika tidak mampir ke Desa Rendeng, tepatnya di Dusun Karo Desa Rendeng RT 01/RW 01 Kabupaten Bojonegoro. Kampung ini dikenal sebagai pusat produksi gerabah yang sudah ada sejah ratusan tahun lalu.

Perjalanan Bojonegoro-Malo yang ditempuh sekitar 45 menit sangat menyenangkan. Pasalnya, saat keluar dari Kecamatan Kalitidu, masuk Kecamatan Malo, hamparan padi menguning siap dipanen menambah keeksotisan Malo sebagai daerah penghasil gerabah.

Perjalanan sempat terhenti, ketika hendak melintasi jembatan Malo yang begitu besar. Jembatan yang diibangun pada masa pemerintahan Bupati Santoso (2003-2008) tersebut, masih kokoh sebagai jalur transportasi penjualan gerabah.

Di wilayah barat Bojonegoro yang jarahnya sekitar 60 km dari jantung kota ini, mudah kita jumpai beberapa rumah yang memajang hasil gerabah produksinya. "Kalau dulu di Desa Rendeng ini hampir ratusan warga membuat garabah, namun sekarang hanya tersisa puluhan perajin," kata Sapra'un mengawali bercerita sembari menyelesaikan pekerjaan membuat gerabah.

Bapak dua anak ini menceritakan perjalan hidupnya menjadi perajin gerabah. Awalnya ikut bekerja sebagai buruh di rumah tetangga. Ia ingat waktu itu Indonesia belum merdeka. Kemampuannya membuat gerabah ditekuninya sampai hari ini. "Ini sudah keturunan keempat dari orang tua," ungkapnya.

Kecamatan Malo yang dilintasi sungai Bengawan Solo, membuat daerah tersebut terkenal dengan home industri perajin gerabah dan usaha-usaha kreatif terbuat dari tanah.

Gerabah buatan warga Rendeng beragam. Ada gerabah berbentuk sapi, gajah, macan dan singa. Proses pembuatannya pun lumayan rumit. Pasalnya Sapra'un bersama empat karyawannya membuatnya dimulai dari bentuk kaki. Bentuk kaki itu menunggu hingga kering, baru dilanjutkan pembuatan badan hewan.

Setelah badan hewan kering, baru membuat kepala hewan. Saat semuanya kering, baru dicat sesuai warna hewan pada umumnya. "Kalau saya waktu kecil bagian mengecat saja," ungkapnya.

Tapi sayang, kondisi perajin tak sebagus sejarah gerabah di kampung itu. Kini tak semua warga tertarik menekuni bidang ini. Lantaran prospek ekonomi yang kecil.[zid/ang]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Selasa, 19 Juli 2016 19:00:00 blokBojonegoro Media Hindari Bising, bB Pindah Kantor Hindari Bising, bB Pindah Kantor
    Secara resmi, blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) resmi memindahkan kantor redaksi dari Ruko Pertama Jetak, ke Jalan Brigjen Sutoyo Gg Salafiyah No 5, Desa Sekorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. Boyongan ditandati dengan syukuran pada Selasa (19/7/2016).
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Rabu, 20 Juli 2016 06:00:03 JACOB Akan Gelar Konser Jazz Bulan Depan
    Jazz Community Bojonegoro (JACOB) akan menyelenggarakan konser musik jazz bertajuk "Bojazznegoro #2 “Jazz Nayoh”.Konser Musik Jazz yang diselenggarakan oleh Jazz Community Bojonegoro (JACOB) ini sudah memasuki tahun kedua. Sebelumnya, acara yang sama direspon positif oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Sedikitnya 200 pasang mata mengikuti jalannya konser musik Jazz “Bojazznegoro” di tahun pertama.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...