Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Terus Naik
Rabu, 05 Desember 2012 15:30:20 Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Terus Naik

Reporter: Riska Irdiana

blokBojonegoro.com -
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro meningkat dalam kurun waktu tahun 2008 hingga 2011. Peningkatan itu sekitar 5,89% pada tahun 2008 dan meningkat menjadi 6,66% pada tahun 2011.

Prosentase itu dengan ketentuan non migas. Sedangkan pada tahun 2009 sebesar 10,44% meningkat pada tahun 2011 menjadi 13,83% pada sektor migas.

"Seiring dengan gerak pemulihan perekonomian nasional, maka pertumbuhan ekonomi di daerah juga memperlihatkan gerak peningkatan yang semakin positif," kata Wakil Bupati, Setyo Hartono saat Rapat Paripurna Rabu (5/12/2012).

Paripurna tadi dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan bupati Bojonegoro tahun 2008-2013 di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK).

Hal mendasar yang mempengaruhi progres laju pertumbuhan ekonomi daerah di antaranya adalah peningkatan signifikan pada beberapa sektor produksi. Serta dorongan dari terkendalinya tingkat inflasi.

Untuk tahun 2008 saja, tingkat inflasi di Kabupaten Bojonegoro mencapai 11,06%. Sedangkan pada tahun 2011 menurun menjadi 4,17%.

"Dengan gambaran komparasi regional Jawa Timur mencapai 4,09% dan nasional mencapai 3,79%," imbuh pria yang kini juga berduet lagi dengan Suyoto untuk memimpin Bojonegoro selama lima tahun kedepan ini.

Sementara capaian Produk Domestik Bruto (PDRB) tahun 2008-2011 juga terus mengalami kenaikan. Mulai dari PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2008 dengan migas mencapai Rp13,708 triliun dan pada tahun 2011 mengalami kenaikan menjadi Rp25,110 triliun.

Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan dengan migas tahun 2008 mencapai Rp6,6 triliun dan Rp9,252 pada tahun 2011. Untuk pendapatan regional perkapita atas dasar harga berlaku tanpa migas tahun 2008 mencapai Rp9 juta dan pada tahun 2011 mencapai Rp12 juta.

"Dengan demikian, kalkulasi sisi Pendapatan Regional Perkapita per bulan untuk tahun 2011 mencapai Rp1.030.400. Kondisi ini sudah diatas angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rp930.000 ditahun 2011," ungkapnya.[ana/ang]

Komentar Pembaca
  • Rabu, 05 Desember 2012 17:04:26 abdul khalik
  • Selamat pak.... ini menandakan bahwa duet kepemimpinan ToTo priode kepemimpinan yang lalu cukup berhasil. Harapan kami sebagai masyarakat bojonegoro agar kenaikan ini jangan hanya dalam angka saja pak artinya sebagai salah indikator juga perlu pengecekan lapangan apakah kenaikan ini sudah sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai ilustrasi apakah dulu masyarakat tidak bisa beli beras, tp apakah sekarang sudah bisa beli beras???

  • Senin, 17 Juni 2013 23:49:54 dian suseno
  • bagus....... danhrus brsukur atas semua itu.tpi rakyat bojonegoro yg smpek sekarang kerjanya banyak yang merantu seperti saya sendiri,belum bisa merasakan perubahan itu

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Minggu, 03 Januari 2016 07:55:20 Uniknya Balap Ulat di Tuban
Balap sepeda atau balap merpati sudah menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Namun perlombaan satu ini mungkin satu-satunya yang pernah ada di dunia, yaitu balap ulat daun jati. Lomba Unik itu diadakan masyarakat Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hutan.
Redaksi
Jumat, 04 Desember 2015 13:30:00 Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB
Crew Media Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan(IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Sinergi mengunjungi kantor Redaksi blokBojonegoro Media (tabloid blokBojonegoro & blokBojonegoro.com) di Jalan MT Haryono, Ruko Permata Jetak No. 5A Bojonegoro, Jumat (4/12/2015).
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 06 Februari 2016 21:30:13 Diskusi OBOR PAC GP Ansor Gayam Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi
Ramainya faham-faham radikal yang berkembang di masyarakat, dan adanya seruan dari ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj, bahwa Indonesia dalam keadaan darurat wahabi. Hal itu mendorong sahabat-sahabat PAC GP Ansor Gayam dalam kegiatan kajian rutin OBOR (Obrolan Bareng Ansor), yang secara spesifik mengusung tema 'Mengupas Ekstrimisme Faham Wahabi dan Tantangan Bagi Kaum Nahdliyin' yang bertempat di masjid al-Muttaqin, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...