Angkringan, Bisnis Santai Beromzet Puluhan Juta Rupiah
Selasa, 22 Januari 2013 09:00:00 Angkringan, Bisnis Santai Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Reporter: Desi Sabrina Ekawati

blokBojonegoro.com - Berbisnis tidak hanya selalu serius dan memerlukan manajemen ekstra serta modal besar dalam pengelolaannya. Bisnis mudah dan murah juga bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah.

Misalnya bisnis angkringan yang terletak di daerah Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. Bisnis olahan nasi yang dinamai nasi kucing (sebutan dari Jogja) atau nasi jotos (sebutan dari Madiun) itu laku keras di pasaran. Bahkan, pengelola bisnis tersebut mampu meraup omzet tak kurang dari Rp1 juta per hari.

Pemilik angkringan, Heri Achmad Mufid (28) menuturkan bahwa bisnisnya sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Ketika itu, ia sempat merasa ragu untuk memulai usaha ini karena di Bojonegoro belum ada yang menjajakan dagangan seperti itu.

"Meski awalnya masih belum begitu ramai, namun saat ini setiap hari mencapai 500 orang yang datang," ujar Heri.

Ditambahkan, masyarakat sudah mulai menyukai jajanan di angkringan lantaran harga jualnya yang sangat murah, yakni tak lebih dari Rp3.000 per sajian yang ditawarkan.

"Saya berpikir bagaimana agar pelanggannya kerasan makan dan tidak perlu merogoh kocek banyak," imbuh Heri.

Heri mengaku, modal awal yang ia gunakan sekitar Rp7,5 juta. Namun saat ini tiap bulannya ia bisa memperoleh omzet Rp30 juta lebih. Makanan tersebut di luar dugaannya, ternyata sangat diterima pasar dengan baik. Bahkan pangsa pasarnya termasuk kalangan keluarga, remaja dan dewasa.

Dalam sehari, angkringan milik Heri bisa menghabiskan 250-350 bungkus aneka macam nasi kucing, di antaranya ada nasi kucing teri, nasi kucing campur oseng pindang, kering tempe dan sambel tahu. Ia menjualnya seharga Rp2.000 per bungkus. Sedangkan untuk lauknya dibanderol mulai dari Rp500 hingga Rp3.000 per biji.

Dalam malakoni bisnis ini, pria yang pernah kuliah di UMY ini mengaku tidak kesulitan. Demikian pula bahan baku dan tenaga ahli masak dan tenaga lainnya. Ia bersama rekannya yang juga ikut andil dalam mencetuskan ide ini akhirnya bisa bekerja santai di malam hari dengan tidak terlalu banyak menganggur.

"Kami semua yang bekerja di sini ada lima orang, dan semua berasal dari Bojonegoro asli," pungkas Heri. [eci/yud]
 

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
    Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
    Redaksi
    Kamis, 21 Mei 2015 13:30:46 KPU Bojonegoro Kunjungi bB KPU Bojonegoro Kunjungi bB
    Hari Kamis (21/5/2015), Kantor Redaksi blokBojonegoro (bB) Media, yang beralamatkan di Ruko Permata Jetak, Jl. MT Haryono, Nomor 5A, kedatangan tamu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Rabu, 27 Mei 2015 12:00:05 FKMB Bentuk Komunitas Jurnalistik SMA Bojonegoro FKMB Bentuk Komunitas Jurnalistik SMA Bojonegoro
    Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) UIN Sunan Ampel sukses menyelenggarakan Diklat Jurnalistik Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Bojonegoro di Gedung MWC Nahdlatul Ulama Balen, Bojonegoro, Jumat hingga Minggu, (22-24/5/2015).
    Info Tabloid bB
    Rabu, 13 Mei 2015 15:31:35 Tabloid bB Edisi Maret 2015
    Kabupaten Bojonegoro, sejauh ini baru dikenal sebagai daerah yang menyumbang lumayan besar minyak dan gas bumi (Migas), karena Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dengan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) belum benar-benar dioptimalkan produksinya sampai di atas 165.000 barel per hari (BPH). Juga, Lapangan Sukowati yang dijalankan Joint Operating Body Pertamina-Petrochina (JOB P-PEJ) mempunyai kec ...