Ratusan Hektare Padi Diserang Hama Potong Leher
Selasa, 12 Februari 2013 19:30:55 Ratusan Hektare Padi Diserang Hama Potong Leher

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Serangan hama potong leher padi atau pyricularia di Kabupaten Bojonegoro terus meluas hingga beberapa kecamatan. Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata menginjak usia 80 hari terpaksa dipanen sebelum waktunya agar petani tak banyak merugi.

Seperti di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, terdapat ratusan hektare padi yang diserang hama potong leher. Karena itu, para petani pun serentak melakukan penyemprotan untuk memusnahkan hama yang mengancam buah padi mereka.

"Kami semprot dulu sebelum meluas, setelah ini baru kita panen. Sayang, tinggal dua minggu lagi," ungkap Sarjan, salah satu petani di Desa Balenrejo.

Ternyata tak hanya di Balen, hama potong leher juga sudah menyerang tanaman padi di Kecamatan Kepohbaru, Temayang, Dander, Ngasem, Padangan, Margomulyo dan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Subekti mengakui saat ini memang banyak hama potong leher yang melanda sawah para petani. Untuk antisipasi agar tidak mewabah, mereka diimbau memberi informasi kepada Disperta agar keberadaannya bisa dideteksi.

Menurut Subekti, padi yang terserang potong leher ciri-cirinya batang hijau namun tangkai yang berisi bulir-bulir padi mulai membusuk. Lama kelamaan tidak ada isinya atau biasa disebut gabuk. Hama potong leher menurutnya dipengaruhi tingginya intensitas curah hujan atau cuaca yang tidak stabil.

"Belakangan curah hujan memang cukup tinggi dan rentan terjadi serangan hama pyricularia," kata Subekti.

Dikatakan, dalam kondisi seperti ini memang sangat merugikan para petani karena tidak ada solusi lain selain panen dini. Faktor cuaca juga sulit dihindari. [oel/yud]
 

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Minggu, 04 Desember 2016 22:00:13 BloKers Peduli Banjir 2016 Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir
    Aksi bersama untuk berbagi dengan korban banjir akibat luapan Bengawan Solo, tuntas digelar kemarin. Ternyata masih ada beberapa komunitas yang ingin menggelar pengumpulan dan pembagian bantuan pasca banjir. Sehingga, BloKers Peduli Banjir 2016 tetap menerima donasi sampai Jumat (9/12/2016) malam.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 03 Desember 2016 10:00:29 Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah
    Demi mempertajam dan menguatkan ideologi kader, PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro melakukan kajian tentang kondisi ansor dan dinamika tantangan kedepan. dihadirkan sebagai pemateri tersebut M.Hasan Bisri dari Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur pada Jumat (2/12/2016) di Mushola Al Hasani Desa Cengungklung.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...