Kasus Dugaan Korupsi APE Dihentikan?
Rabu, 12 Juni 2013 09:00:55 Kasus Dugaan Korupsi APE Dihentikan?

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com -
Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) terancam bebas. Pasalnya Kejaksaan Tinggi diduga mengentikan penyidikan kasus ini. Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) kasus ini juga sudah sampai di meja Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono.

"Ya, sudah ada di meja saya. Belum saya baca apa pertimbangannya," kata Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono.

Kasus korupsi di 135 kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bojonegoro itu cukup lama ngendon di tangan penyidik Kejati. Selama ini Kejati sudah melakukan pemeriksaan saksi dan menetapkan dua tersangka, yakni Chumaidi selaku Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Bojonegoro, serta Elita staff dari Chumaidi.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro Tugas Utoto enggan menanggapi. Alasannya itu wewenang Kejaksaan Tinggi. "Wah, itu bukan wewenang kami, karena ditangani Kejati," jelasnya.

Seharusnya, saat ini tim jaksa Kejari Bojonegoro akan meneliti berkas sesuai fakta dilapangan. Mengingat locus kasus ini di Bojonegoro. Keduanya tersangka diduga mengkoordinir pembelian alat peraga. Setelah 135 PAUD menerima anggaran pengadaan untuk alat peraga sebesar Rp8 juta per PAUD, kedua tersangka kemudian mendatangi 135 PAUD itu.

Dari keterangan saksi, sejumlah kepala sekolah mengatakan jika merekalah yang bertugas mengkoordinir pembelian APE untuk 135 PAUD yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dari anggaran yang diberikan Disdik Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 8 juta untuk pembelian alat peraga tersebut, para tersangka meminta Rp7,2 juta.

Setelah para tersangka memotong anggaran untuk pengadaan alat peraga sebesar Rp7,2 juta, para tersangka kemudian mengembalikan sisa uang ke masing-masing PAUD. Sisa uang setelah dipotong sebesar Rp800 ribu.

Akibat mark up harga yang dilakukan para tersangka untuk alat-alat peraga yang dapat digunakan di in door maupun out door tersebut keuangan negara diduga mengalami kerugian hingga Rp300 juta. Tapi dalam perjalanan, ternyata penyidikan malah dihentikan.[oel/ang]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
    Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
    Redaksi
    Jumat, 07 November 2014 21:00:35 Reporter bB Juara 1 Lomba Jurnalis SKK Migas Reporter bB Juara 1 Lomba Jurnalis SKK Migas
    Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas Jabamanusasi disabet reporter blokBojonegoro.com. Muhammad A. Qohhar yang memperoleh juara 1.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Senin, 15 Desember 2014 20:00:47 FKMB UIN Sunan Ampel Gelar Diklat Jurnalistik FKMB UIN Sunan Ampel Gelar Diklat Jurnalistik
    Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar diklat jurnalistik, Minggu (14/12/2014).
    Info Tabloid bB
    Selasa, 01 Juli 2014 09:51:00 Tabloid bB Edisi Juli 2014
    Pada Juli 2014 atau bertepatan bulan dimana koperasi berdiri, awak redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin mengupas bagaimana koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Itu sesuai dengan prinsip yang ditanamkan sejak mulai digulirkan. Melalui tema besar di rubrik Investigasi “Koperasi atau Koper Isi” ingin digambarkan secara utuh bagaimana masyarakat disatu sisi terbantu dengan keber ...