Ruangan Kampus Akes Rajekwesi Disegel
Senin, 24 Juni 2013 13:00:50 Ruangan Kampus Akes Rajekwesi Disegel

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Sengketa kepemilikan bangunan Kampus Akademi Kesehatan (Akes) Rajekwesi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro belum juga selesai. Pemilik bangunan, Susanto, warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro menyegel paksa ruangan penting di kampus tersebut.

Penyegelan sudah dilakukan tadi malam dengan menggunakan kayu, serta bertuliskan ruangan ini disegel karena tidak melunasi uang sewa dan aset. "Yayasan masih berutang satu miliar rupiah belum dilunasi," kata Mbah Santo sapaan akrabnya, Senin (24/6/2013).

Menurutnya, sebenarnya utang harus dilunasi pada 30 Mei 2013 kemarin. Karena belum sanggup melunasi, pihak Akes Rajekwesi diberi batasan hingga 20 Juni 2013 untuk melakukan pelunasan. Namun, hingga saat ini pihak Askes belum juga membayar tagihannya. "Dahulu sudah ada perjanjian serta diketahui saksi dan juga berbadan hukum," ujarnya.

Meskipun tiga ruangan yang disegel yakni ruang yayasan, pembantu direktur dan bendahara, perkuliahan tetap berjalan seperti biasanya. Padahal, ketiga ruangan tersebut sangat urgen di Kampus Askes Rajekwesi.

Sementara, saat dikonfirmasi,  dari pihak keamanan kampus mengaku, untuk hari ini Direktur Utama Akes Rajekwesi, Tin Hariati, Pembantu Direktur I Fidrotin Azizah, Pembantu Direktur II Endah Kusumawati dan Pembantu Direktur III  Ainur Zuhriyah tidak ada dikampus. [zid/lis]

Komentar Pembaca
  • Jumat, 19 Juli 2013 19:27:45 helena
  • kalu yang ini bukan penyegelan , melainkan tidakan kriminal , justru yang nyegel bisa dipidanakan karena penyegelan itu wewenang dari aparat penegak hukum yaitu jaksa / pengadilan dan juga dari pihak kepolisian selain dari aparat tersebut yang nyegel bisa di pidana. karena tindakan tersebut masuk kategori ( KRIMINAL MURNI )

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
Redaksi
Minggu, 04 Desember 2016 22:00:13 BloKers Peduli Banjir 2016 Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir Sukses Tahap 1, Siapkan Donasi Pasca Banjir
Aksi bersama untuk berbagi dengan korban banjir akibat luapan Bengawan Solo, tuntas digelar kemarin. Ternyata masih ada beberapa komunitas yang ingin menggelar pengumpulan dan pembagian bantuan pasca banjir. Sehingga, BloKers Peduli Banjir 2016 tetap menerima donasi sampai Jumat (9/12/2016) malam.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 03 Desember 2016 10:00:29 Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah
Demi mempertajam dan menguatkan ideologi kader, PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro melakukan kajian tentang kondisi ansor dan dinamika tantangan kedepan. dihadirkan sebagai pemateri tersebut M.Hasan Bisri dari Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur pada Jumat (2/12/2016) di Mushola Al Hasani Desa Cengungklung.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...