Permainan Lokal yang Tergerus Zaman-3
Obak Sarukan yang Jarang Dimainkan
Senin, 15 Juli 2013 13:00:05 Obak Sarukan yang Jarang Dimainkan

Kontributor: Jarwati

blokBojonegoro.com - Permainan yang satu ini mungkin juga sudah jarang dimainkan. Anak-anak mengenalnya dengan nama obak sarukan. Permainan dengan memberikan garis menjadi kotak-kotak pada lantai. Baru-baru ini, tiga anak kecil di Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari sedang asyik memainkan dolanan itu.

Permainan tradisional itu dimainkan cukup sederhana. Mula-mula mereka membuat garis berbentuk persegi empat bersambung memanjang sampai empat kotak, terus dilanjutkan disamping empat kotak lagi. Sehingga dua baris persegi yang berjumlah delapan tersebut saling berhubungan. Mereka menyebunya dengan sawah.

Lalu ujung pojok salah satu sawah  diberi tanda. Setelah selesai membuat garis, mereka melanjutkan dengan suit. "Ya ini untuk menentukan siapa yang pertama kali main, yang kedua dan selanjutnya," kata Danik (8) salah satu anak yang ikut bermain.

Setelah itu, masing-masing dari mereka punya gacu yaitu pecahan genteng, lalu dilempar pada awal sawah. Pemain harus masuk dan mengangkat salah satu kakinya dan memindahkan gacu ke sawah selanjutnya sampai akhirnya bisa keluar dari delapan sawah tersebut. Selanjutnya mereka melempar gacu pada sawah kedua setelah sampai diluar dilempar lagi, sampai akhirnya dilempar pada sawah yang kedelapan.

Setelah itu permainan dilanjutkan dengan menaruh gacu di atas salah satu kaki yang diangkat, mereka hurus meloncat melewati kedelapan sawah. Lalu dilanjutkan dengan menaruh gacu di tangan mereka melangkah melewati sawah-sawah. Saat berhasil dilanjutkan dengan menaruh gacu pada pundak, lalu menaruh gacu diatas kepala setelah berhasil melewati sawah tanpa terjatuh, dilanjutkan dengan mereka menghadap kebelakang kemudian melempar gacu, sawah yang kena gacu berarti menjadi hak milik mereka.

"Tapi ketika kaki atau gacu kami menyentuh garis pembatas sawah maka kami kalah, dan dilanjutkan dengan teman yang berikutnya," tutur Tia (9) salah satu anak yang ikut bermain di Desa Keliombo

Dia juga mengatakan, kalau mereka menyebut permainan itu dengan nama obak sarukan, dan yang memiliki sawah paling banyak itulah pemenangnya.[ati/ang]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Minggu, 03 Januari 2016 07:55:20 Uniknya Balap Ulat di Tuban
    Balap sepeda atau balap merpati sudah menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Namun perlombaan satu ini mungkin satu-satunya yang pernah ada di dunia, yaitu balap ulat daun jati. Lomba Unik itu diadakan masyarakat Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hutan.
    Redaksi
    Jumat, 04 Desember 2015 13:30:00 Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB
    Crew Media Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan(IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Sinergi mengunjungi kantor Redaksi blokBojonegoro Media (tabloid blokBojonegoro & blokBojonegoro.com) di Jalan MT Haryono, Ruko Permata Jetak No. 5A Bojonegoro, Jumat (4/12/2015).
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 06 Februari 2016 21:30:13 Diskusi OBOR PAC GP Ansor Gayam Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi
    Ramainya faham-faham radikal yang berkembang di masyarakat, dan adanya seruan dari ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj, bahwa Indonesia dalam keadaan darurat wahabi. Hal itu mendorong sahabat-sahabat PAC GP Ansor Gayam dalam kegiatan kajian rutin OBOR (Obrolan Bareng Ansor), yang secara spesifik mengusung tema 'Mengupas Ekstrimisme Faham Wahabi dan Tantangan Bagi Kaum Nahdliyin' yang bertempat di masjid al-Muttaqin, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...