Harga Kedelai Naik, Pedagang Tahu Makin Terjepit
Jumat, 23 Agustus 2013 11:00:54 Harga Kedelai Naik, Pedagang Tahu Makin Terjepit

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Harga kedelai melonjak Rp1.200 per kilogram. Dari harga Rp7.300 per kilogram menjadi Rp8.500 per kilogram. Hal ini membuat pengusaha tahu makin terjepit. Keuntungan makin menipis sebab karena harga kedelai naik.

Pengusaha tahu asal Kelurahan Ledokkulon, Nurul (40) mengatakan ia belum menaikkan harga tahu karena kawatir pedagang dan konsumen keberatan. Tapi kalau keuntungan semakin sedikit, terpaksa ia harus menaikkan harga atau mengecilkan ukuran.

"Sekarang harga tahu masih kisaran Rp3.000 sampai Rp4.000 per 10 tahu. Saya tidak mungkin memperkecil ukuran tahu karena kawatir pembeli keberatan," ujarnya.

Hampir seminggu ini harga kedelai naik. Bahan produksi sudah naik, secara tidak langsung harga produk jadi naik. Para pengusaha tahu di Kelurahan Ledok minta pemerintah bisa mengendalikan harga kedelai.

Nurul mengatakan saat ini dirinya lebih memilih langsung menjual tahu kepada pedagang.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Bambang Suharno mengatakan kenaikan harga kedelai bukan akibat turunnya nilai kurs mata uang rupiah terhadap dollar Amerika.

"Tapi ini akibat permainan importir kedelai. Selama ini tata niaga kedelai tidak ditangani pemerintah sehingga tidak ada yang menjaga stabilitas harga kedelai," ujarnya.

Dampak kenaikan harga, dipastikan bisa membuat produsen tahu tempe gulung tikar. Menurut Bambang, solusi yang baik seharusnya pemerintah melalui Bulog menjadi supportir utama kedelai.[oel/ang]

Teks Foto: industri rumahan tahu di Ledok Kulon

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Kamis, 11 Agustus 2016 09:30:17 Semarak Ultah ke 7 STIKes ICsada Kecee Safari ke 3, Kampus Ungu ke Redaksi bB Safari ke 3, Kampus Ungu ke Redaksi bB
    Untuk ketiga kalinya, Kampus Ungu, sebutan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro menggelar safari akademik, Kamis (11/8/2016). Kali ini, sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan civitas akademika Kampus Ungu sampai di kantor redaksi blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro).
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Minggu, 18 September 2016 19:00:33 Kartar Sumbertlaseh Sinau Bisnis Kartar Sumbertlaseh Sinau Bisnis
    Dalam acara meningkatkan daya bisnis berbasis kelompok dan mandiri, Karang Taruna (Kartar) Sumber Karya, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander mengadakan Sinau Bisnis Minggu (18 september 2016). Bertempat di balai desa setempat, kegiatan tersebut dengan lancar dan antusias tinggi dari anggota kartar dengan dihadiri sekitar 20 pemuda kartar.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...