Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro sampai saat ini belum mampu mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di Puskemas. Dari 36 jumlah Puskesmas di Bojonegoro tercatat masih membutuhkan 831 tenaga kesehatan. Seperti dokter, perawat, bidan, dan tenaga fungsional lainnya.
Dengan adanya kekurangan tersebut, saat ini Dinkes terpaksa melakukan tambahan beban tugas bagi tenaga kesehatan di Puskesmas yang masih kurang. Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinkes Bojonegoro, Bambang Suryanto mengatakan, hal tersebut dilakukan, sebab dengan adanya moratorium tiga menteri yang menyebutkan bahwa tidak ada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga Desember 2013. "Padahal setiap bulannya tenaga kesehatan ada yang pensiun,'' terang Bambang.
Secara rinci Bambang menjelaskan, tenaga kesehatan yang kurang diantaranya Dokter dibutuhkan 80 orang, namun hanya ada 53. Dokter gigi sebanyak 36 tapi saat ini hanya ada 21, perawat sebanyak 267 saat ini hanya 141, bidan sebanyak 520 saat ini hanya ada 337, dan Tata Usaha (TU) sebanyak 324 saat ini hanya ada 118.
Untuk mengatasi hal tersebut, pada tahun ini pihaknya akan membuka beberapa lowongan tenaga kesehatan. Hal tersebut sesuai surat nomor 1307/Menkes/SK/IX/2010 tentang perekrutan bidan. Namun dari 183 bidan yang masih kurang, tahun ini pihaknya akan mengambil 11 orang. ''Hal ini karena anggaran APBD tidak cukup," katanya.
Pendaftaran tersebut akan dibuka pada tanggal 9-19 April 2012 dan akan diumumkan pada tanggal 20 April 2012. Sedangkan untuk penilaiannya sendiri akan dilihat dari domisili, tahun lulusan, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dan lama pengabdiannya.
Tenaga Bidan yang kurang tersebut, rencananya akan ditempatkan di tingkat Poliklinik Desa (Polindes) dan Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Sedangkan, untuk saat ini jumlahnya ada 100 untuk Polindes dan 326 untuk Polindes. Sehingga ditargetkan pada tahun 2014 akan selesai. [oel/lis]






